Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Juli 2026 | 05.17 WIB

Carbon Trading Hutan Dimulai, Hashim Djojohadikusumo Sebut Program Pemerintah Paling Berhasil

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menjelaskan soal program perdagangan karbon hutan yang berjalan dengan baik. Menurut dia, program tersebut termasuk salah satu program pemerintah yang berhasil. (Kemenhut) - Image

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menjelaskan soal program perdagangan karbon hutan yang berjalan dengan baik. Menurut dia, program tersebut termasuk salah satu program pemerintah yang berhasil. (Kemenhut)

JawaPos.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo mengakui tidak semua program pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto berhasil. Beberapa mengalami kendala. Lain hal dengan perdagangan karbon hutan. Dia menilai program tersebut yang paling berhasil.

Keterangan itu disampaikan oleh Hashim saat hadir dalam acara peluncuran Persetujuan Menteri Kehutanan tentang penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK) pada Senin (6/7). Atas keberhasilan itu, dia mengapresiasi kinerja Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

”Terus terang saja banyak program-program pemerintah Prabowo-Gibran, tujuannya mulia, bagus sekali tujuannya. Tapi, kita harus akui beberapa program terhalangi dengan implementasi. Kerja nyata bagus tujuan mulia, tapi implementasinya kurang baik,” ungkap dia.

Sebagai utusan khusus presiden, Hashim menyampaikan bahwa program yang tidak dapat berjalan sesuai harapan itu harus berhadapan dengan tantangan besar sering kali muncul pada tahap implementasi. Karena itu, meski dirancang dengan tujuan baik, sejumlah program masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Namun demikian, Hashim menilai program perdagangan karbon hutan justru menjadi yang paling cepat terealisasi. Dia menilai, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan yang bekerja dalam satu ekosistem.

”Saya bisa saksi, program ini (perdagangan karbon hutan) yang paling cepat dan saya bisa katakan program ini yang sempurna, tidak ada cacat, luar biasa,” imbuhnya.

Menurut Hashim, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang dinilai mampu mengakselerasi implementasi perdagangan karbon sampai menghasilkan proyek yang siap diperdagangkan. Rencananya pada 9 Juli mendatang, Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) akan diluncurkan. Setelah itu, perdagangan karbon di sektor kehutanan bisa langsung berjalan.

”Pak Raja Juli luar biasa. Hari Kamis tidak omon-omon, sudah ada yang bisa diperdagangkan. Kamis depan ini luar biasa. Ini kita berbangga,” kata dia.

Peluncuran perdagangan karbon kehutanan melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK) menandai dimulainya perdagangan karbon pada proyek-proyek yang telah memenuhi persyaratan. Implementasi tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan pasar karbon Indonesia sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore