ILUSTRASI: Pengeboran minyak mentah dunia. (Istimewa)
JawaPos.com - Meredanya kekhawatiran terhadap pasokan setelah dibukanya Selat Hormuz membuat harga minyak dunia kembali melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Jumat (26/6).
Melansir Reuters, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 19 sen, atau 0,25 persen, menjadi USD 75,07 per barel pada pukul 00.55 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 13 sen, atau 0,18 persen, menjadi USD 71,79 per barel.
Kedua acuan harga minyak dunia tersebut sempat melonjak lebih dari 2 persen pada Kamis (25/6) setelah sebuah kapal kargo terkena proyektil yang belum diketahui asalnya di dekat Oman. Insiden itu mendorong badan pelayaran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menghentikan sementara skema evakuasi sukarela yang mereka jalankan.
Sementara itu, dua pejabat Amerika Serikat mengatakan bahwa Iran menembaki kapal kargo tersebut saat berusaha melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, otoritas Iran menyatakan bahwa keamanan kapal-kapal yang berlayar di luar jalur pelayaran resmi di Hormuz tidak dapat dijamin.
"Seiring premi risiko geopolitik kembali meningkat dalam harga minyak, pasar akan mencermati apakah lalu lintas kapal tanker dapat kembali normal atau apakah hambatan terbaru ini akan memaksa para produsen menunda rencana peningkatan produksi," kata analis IG, Tony Sycamore dikutip Reuters, Jumat (26/6).
Data pada Kamis menunjukkan bahwa pengiriman minyak mentah melalui Selat Hormuz minggu ini meningkat ke level tertinggi sejak konflik Amerika Serikat–Israel dengan Iran dimulai pada Februari, setelah kesepakatan gencatan senjata membuka kembali jalur pelayaran tersebut. Kekhawatiran mengenai berapa lama selat itu akan tetap terbuka juga turut mendorong aktivitas perdagangan.
Total lalu lintas kapal masih jauh di bawah rata-rata harian, yaitu sekitar 125 kapal yang biasanya melintasi Selat Hormuz sebelum konflik yang dimulai pada 28 Februari. Sementara itu, gempa bumi yang terjadi di Venezuela pada Kamis juga menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak.
Penilaian awal oleh para pekerja menunjukkan bahwa kerusakan pada infrastruktur minyak, gas, dan kilang Venezuela sejauh ini terbatas, karena sebagian besar wilayah produksi utama, kilang, jaringan pipa, dan terminal berada jauh dari daerah yang paling terdampak gempa.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022