
Ilustrasi aktivitas pertambangan batu bara dan pengolahan migas jadi pemicu emisi metana. Data IEA sebut Indonesia kontributor terbesar emisi metana di Asia Selatan dan Asia Tenggara. (Antara)
JawaPos.com - Pemerintah pusat melakukan pendalaman untuk realisasi proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Kalimantan Timur guna menekan angka impor energi.
"Kami mendetailkan kembali proyek DME Kutai Timur yang dipastikan masuk Proyek Strategis Nasional (PSN)," ujar Direktur Perdesaan, Daerah Afirmasi, dan Transmigrasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Mohammad Roudo, dikutip Minggu (10/5).
Ia menegaskan bahwa proyek strategis tersebut diatur dalam Permenko Ekonomi Nomor 8 Tahun 2023. DME ini menjadi upaya paralel guna secara bertahap mengurangi tingginya tingkat ketergantungan masyarakat terhadap Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Baca Juga:Laporan Terbaru IEA: Indonesia jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua di Asia Tenggara
Roudo menyatakan penetapan titik lokasi pabrik saat ini masih dalam tahapan pendalaman, namun dipastikan fokus pada beberapa kawasan tambang besar di Kalimantan Timur. "Pemerintah mesti memastikan infrastruktur, sistem kesehatan, kepastian pasokan, pengelolaan lingkungan, dan restorasi tambang," tuturnya.
Hilirisasi sumber daya ini dipandang sebagai strategi utama pembangunan nasional oleh Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi. "Kebijakan tersebut selaras dengan visi swasembada energi dari Presiden Prabowo Subianto," kata Tenaga Ahli Sekretariat Satuan Tugas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi M. Fadhil Hasan di Universitas Mulawarman Samarinda, beberapa waktu lalu.
Disampaikan dia, pemerintah pusat menargetkan agenda substitusi seratus persen penggunaan LPG ke DME dapat tercapai utuh pada tahun 2040. Rencana investasi fasilitas gasifikasi batu bara ini diperkirakan menelan dana sebesar USD 10,25 miliar.
Angka yang setara Rp 164 triliun itu diproyeksikan sanggup menyerap hingga 34.800 orang tenaga kerja lokal dan nasional. Di tingkat daerah, Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyatakan kesiapan wilayahnya untuk menyambut proyek hilirisasi energi dari batu bara tersebut.
"Meskipun investor Amerika Serikat sempat mundur, penanam modal asal Tiongkok kini mulai menunjukkan niat serius untuk melanjutkannya," kata Bupati Ardiansyah.
Hadirnya industri DME ini diyakini pihaknya menjadi motor penggerak transformasi ekonomi bagi masyarakat setempat. Lanjut Ardiansyah, pabrik tersebut mampu membuka peluang besar bagi akselerasi pengembangan energi alternatif di Kalimantan Timur. Proyek ini juga sejalan dengan upaya percepatan pada Kawasan Ekonomi Khusus Maloy.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022