
ILUSTRASI. Emisi karbon dari hasil aktivitas industri dan pertambangan (geographical.co.uk)
JawaPos.com - Sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional, industri pertambangan memegang peran vital dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, ketahanan industri, dan rantai pasok strategis Indonesia. Karena itu, transformasi sektor ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan daya saing Indonesia di masa depan.
Menurut berbagai kajian, sektor industri, termasuk pengolahan mineral dan smelter, menjadi salah satu kontributor utama emisi nasional. Pada saat yang sama, pemerintah terus mendorong agenda hilirisasi, industrialisasi, dan penguatan ketahanan energi nasional.
Oleh sebab itu, dekarbonisasi sektor tambang perlu dilakukan melalui pendekatan yang realistis, aplikatif, dan tetap menjaga produktivitas. Salah satu upayanya melalui Green Mining Innovation Challenge (Greenovation) 2026, sebuah inisiatif kompetisi strategis di industri pertambangan Indonesia yang mengajak pelaku industri untuk menghadirkan solusi aplikatif.
Tidak hanya menekan emisi, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dan daya saing sektor tambang di tengah tuntutan global yang semakin dinamis. Greenovation menitikberatkan dua area transformasi paling strategis bagi masa depan pertambangan Indonesia.
Pertama, optimasi bauran energi dan efisiensi operasional tambang—mendorong inovasi dalam pemanfaatan energi terbarukan, efisiensi bahan bakar, hybrid system, serta sistem manajemen energi cerdas untuk menekan biaya energi dan emisi tanpa mengganggu operasional tambang.
Kedua, elektrifikasi kendaraan dan alat berat tambang—membuka ruang solusi untuk elektrifikasi armada dan alat berat, termasuk strategi implementasi, infrastruktur pengisian daya, serta model bisnis yang scalable untuk masa depan operasi tambang rendah karbon.
Executive Director of Indonesian Coal Mining Association (APBI-ICMA), Gita Mahyarani mengatakan, industri pertambangan batu bara memiliki peran dalam mendukung ketahanan energi, pembangunan, serta perekonomian nasional. Di tengah perubahan lanskap global, penguatan daya saing menjadi hal yang relevan untuk terus diperhatikan.
"Greenovation kami lihat sebagai salah satu ruang yang dapat mendorong pertukaran gagasan, pengembangan teknologi, dan munculnya berbagai inisiatif dari pelaku industri, agar sektor pertambangan Indonesia dapat terus beradaptasi dan berkembang secara lebih efisien kedepan,” ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (21/4).
Dengan jajaran juri dari berbagai institusi, pemerintahan, akademisi, serta sektor swasta, Greenovation menegaskan posisinya sebagai ajang inovasi bergengsi yang mempertemukan gagasan terbaik dengan kebutuhan nyata industri.
Total hadiah lebih dari ratusan juta rupiah telah disiapkan. Selain itu, Gold Winner pada masing-masing kategori akan memperoleh kesempatan eksklusif melakukan kunjungan ke pusat inovasi teknologi energi terbarukan di Tiongkok, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam mendorong masa depan pertambangan Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
