Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 April 2026, 05.18 WIB

Akui Sempat Krisis Gas LPG Akibat Perang Iran, Bahlil Sebut Kini Sudah Terlewati

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (YT Sekretariat Presiden) - Image

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (YT Sekretariat Presiden)

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui sempat kelimpungan masalah gas LPG akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat dengan Iran. Namun, ia menyatakan bahwa kini krisis tersebut sudah berhasil dilewati.

"Alhamdulillah berkat kerja tim, komunikasi yang baik, saya menyampaikan dengan senang hati bahwa masa krisis kita sudah lewat. Masa krisis LPG itu sebenarnya kemarin. Ini saya sampaikan saja jujur," ujarnya dalam sambutan Halal Bihalal di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Rabu (8/4).

Bahlil menerangkan, krisis gas LPG sempat terjadi karena 75 persen gas LPG Indonesia merupakan impor.

"Dari total konsumsi LPG kita 8,5 juta ton, produksi kita itu tidak lebih dari 1,6 juta. Jadi itu yang menjadi impor itu yang bikin saya pusing, tidurnya agak repot," tuturnya.

Tanggal 4 April lalu, ia mengatakan bahwa cadangan gas LPG di Indonesia bahkan tidak cukup untuk sepuluh hari.

"Tetapi alhamdulillah kita mampu mengarahkan beberapa kargo kita ya. Negosiasi dengan Jepang dapat, kemudian Australia dan Brunei Darussalam," tuturnya.

"Dan sekarang kapal sudah ada yang masuk dan cadangan kita sekarang sudah di atas 10 hari untuk LPG. Jadi sudah lewat (krisis LPG)," pungkas Bahlil.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore