
Presiden Donald Trump menjawab pertanyaan wartawan di Gedung Putih, 17 Maret 2026. (Al Jazeera)
JawaPos.com - Amerika Serikat mengizinkan kapal tanker Rusia mengirim minyak mentah ke Kuba di tengah blokade energi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan terhadap negara di Karibia itu, New York Times (NYT) melaporkan pada Minggu (29/3). Kapal tanker yang membawa sekitar 730.000 barel minyak mentah itu diperkirakan akan berlabuh di terminal minyak Matanzas, Kuba, pada Selasa.
Laporan itu menyebutkan bahwa kiriman minyak tersebut dapat menopang kebutuhan energi Kuba selama beberapa pekan sebelum cadangan bahan bakarnya habis. Disebutkan pula, pasokan minyak itu juga akan mengurangi tekanan pada pemerintah Kuba, yang sedang menghadapi keruntuhan ekonomi.
Pada Januari, pemerintah AS memberlakukan blokade minyak terhadap Kuba, sembari mengancam negara-negara yang mengirimkan bahan bakar ke negara itu.
Dalam salah satu insiden, AS bahkan mengusir kapal tanker yang menuju Kuba. Namun, dalam kasus terbaru ini, tidak ada perintah untuk menghentikan kapal tanker Rusia.
Menurut laporan NYT, Penjaga Pantai AS memiliki dua kapal patroli di perairan Kuba yang bisa mencegat kapal tanker Rusia, tetapi hal tersebut tidak dilakukan. Keputusan itu dinilai untuk menghindari konfrontasi langsung dengan Rusia, setidaknya untuk saat ini.
Blokade minyak AS telah memperparah kondisi Kuba, menyebabkan pemadaman listrik, kelangkaan bahan bakar, lonjakan harga, dan memburuknya layanan kesehatan. PBB telah mengkritik kebijakan AS itu dan menilai langkah tersebut menyebabkan krisis kemanusiaan di Kuba.
Di tengah situasi itu, Presiden AS Donald Trump dilaporkan ingin menggulingkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. Trump bahkan mengatakan dirinya "mendapat kehormatan untuk menguasai Kuba" dan mengisyaratkan akan menggunakan kekuatan militer ke negara itu setelah perang melawan Iran.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menegaskan perlunya perubahan dalam sistem pemerintahan di Kuba sebagai bagian dari reformasi ekonomi. "Ekonomi Kuba perlu berubah, dan ekonomi mereka tak bisa berubah kecuali sistem pemerintahan mereka berubah," katanya dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, pemerintah Kuba menyatakan kesiapannya menghadapi Amerika Serikat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
