
Suasana kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) saat Earth Hour di Jakarta. Aksi pemadalam listrik dalam rangka memperingati Hari Bumi mampu mengurangi emisi karbon sebesar 77,53 ton CO2e.
JawaPos.com - Aksi pemadaman lampu di Jakarta yang dilakukan pada Sabtu (25/4) dari pukul 20.30 hingga 21.30 WIB dalam rangka memperingati Hari Bumi mampu mengurangi emisi karbon sebesar 77,53 ton CO2e (karbon dioksida ekuivalen).
Dalam aksi itu, lampu-lampu penerangan dipadamkan di sejumlah ruas jalan protokol dan arteri di wilayah Jakarta, termasuk ikon Kota Jakarta seperti Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.
“Dari kegiatan tersebut, tercatat penghematan biaya listrik mencapai Rp140.226.312 serta penurunan emisi karbon sebesar 77,53 ton CO2e,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi di Jakarta, Senin (27/4).
Berdasarkan data dari PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, pemadaman lampu juga menghemat konsumsi listrik sebesar 96,91 MWh.
Dudi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengedukasi masyarakat yang selaras dengan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 30 persen pada tahun 2030.
“Aksi hemat energi yang dilakukan merupakan aksi rutin yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan ini juga mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 mengenai Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon,” jelasnya.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan dampak nyata dari aksi penghematan energi baik dalam mengurangi emisi gas rumah kaca maupun dalam efisiensi biaya listrik.
Program ini akan terus dilaksanakan secara berkala setiap tahunnya, dengan harapan dapat mendorong masyarakat Jakarta untuk membiasakan penghematan energi sebagai kebiasaan sehari-hari.
"Kegiatan hemat energi ini dapat dimulai dari langkah sederhana di rumah masing-masing, seperti mengganti lampu konvensional dengan lampu LED hemat energi, mencabut peralatan elektronik yang tidak dipakai dan mengatur suhu pendingin ruangan secara efisien,” jelas Dudi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022