JawaPos.com - Di tengah klaim pasokan energi aman, pemerintah mengakui ketergantungan Indonesia terhadap impor masih cukup besar, terutama untuk LPG dan BBM jenis tertentu.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen kebutuhan LPG nasional masih berasal dari impor.
"LPG kita masih impor kurang lebih sekitar 70 persen dari total kebutuhan kita," ungkap Bahlil dalam konferensi pers, Kamis (26/3).
Tak hanya LPG, kebutuhan bensin juga masih bergantung pada pasar global. Sekitar 50 persen pasokan masih diimpor, sebagaian lainnya dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Meski demikian, pemerintah mengklaim telah berhasil mengurangi ketergantungan pada solar impor.
“Solar kita insyaallah tidak lagi kita lakukan impor, jadi clear,” kata Bahlil.
Lebih lanjut, Bahlil mengakui persoalan lain muncul dari sisi sumber pasokan minyak mentah. Sebelumnya, sekitar 20 persen crude Indonesia berasal dari Selat Hormuz—jalur vital yang kini rawan konflik.
“Sekarang kita sudah switch ke tempat lain dan pasokannya sekarang insyaallah udah mulai membaik. Jadi mohon doanya saja. Insyaallah clear-lah, gitu ya," tandasnya.