
ILUSTRASI. Petugas SPBU mengangkat nozzle bio solar di salah satu SPBU di Jakarta, Kamis (25/5/2023).
JawaPos.com - Eskalasi konflik di Timur Tengah yang meningkat antara Iran dan Israel-Amerika Serikat (AS) membawa dampak krisis energi kepada Indonesia. Terlebih setelah ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto telah meminta langsung kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk mencari sumber Bahan Bakar Minyak (BBM) selain dari Timur Tengah.
Melihat hal ini, Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, menginginkan agar Indonesia fokus untuk mengelola minyak mentah sendiri untuk jangka panjang. Tujuannya, apabila kejadian serupa terjadi lagi, kemungkinan terburuk bisa diminimalisir.
“Kalau menurut saya, fokus saja di Indonesia. Indonesia punya minyak mentah diolah sendiri dan dikonsumsi sendiri. Jadi di Indonesia harus ada refinery oil company. Indonesia juga punya alternatif sumber energi terbarukan banyak sekali seperti tenaga surya, angin, sampah, air dll dikelola saja diolah jadi tidak tergantung pada energi fosil saja,” kata Esther saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (27/3).
Meski begitu, Esther menilai langkah pemerintah untuk mencari sumber BBM selain dari Timur Tengah memang baik untuk jangka pendek. Namun, untuk jangka panjang tentu diperlukan diferensiasi produk, yang berarti tak hanya bergantung pada energi fosil, melainkan dibantu dengan energi terbarukan.
“Seharusnya Program Presiden (Prabowo) 100 Giga Watt bisa dicukupi dengan energi terbarukan. Harus mulai dari sekarang. Ini momentum bagus untuk tidak tergantung energi fosil,” imbuhnya.
Sementara itu, Esther memberikan alternatif lain agar Indonesia tak terlalu bergantung pada BBM impor, yakni dengan memanfaatkan bioetanol dari tebu ataupun singkong. Hal ini menyikapi impor bensin yang berada di angka 50 persen.
“(Bukan sawit). Malah justru ini menjadi justifikasi untuk membuka lahan lebih banyak untuk sawit. Takutnya terjadi bencana seperti di Sumatera kemarin,” jelas dia.
Selain itu, agar stok BBM saat ini tercukupi dan Indonesia terhindar dari krisis jangka panjang. Esther memberikan solusi agar harga BBM dinaikan ataupun memberikan insentif bagi masyarakat yang ingin menggunakan transportasi publik.
“Solusi alternatif harga BBM memang naik karena subsidi energi berkurang tapi ini menjadi kebijakan yg tidak populis. Ini mendorong masyarakat mau tidak mau hemat energi lebih banyak. Kemudian beri insentif masyarakat menggunakan transportasi publik dengan tiket atau biaya transportasi lebih murah,” tukas dia.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
