Pelanggan mengisi bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di pom bensin di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com-Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan menjelang Idul Fitri 1446 H meskipun harga minyak dunia saat ini terus berfluktuasi imbas konflik geopolitik di Timur Tengah.
“Sebagaimana juga sudah disampaikan oleh Menteri ESDM atas arahan Presiden, bahwa harga BBM subsidi dipastikan tidak akan naik. Dengan demikian masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dengan tenang dan menyambut Lebaran tanpa kekhawatiran," kata Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia di Jakarta, Senin (9/3).
Ia mengatakan, keputusan tersebut diambil meskipun harga minyak dunia mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dalam APBN yang berada di kisaran 70 dolar AS per barel.
Pada Senin, mengutip laporan Kyodo, harga minyak mentah berjangka sempat melampaui 111 dolar AS per barel atau mencapai level tertinggi sejak Juli 2022 seiring dinamika geopolitik global yang masih berlangsung.
Dwi juga menyampaikan bahwa kondisi stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Tentu pemerintah akan terus melakukan pemantauan. Yang jelas, fokus utama saat ini adalah memastikan ketahanan energi nasional tetap aman sehingga masyarakat bisa menjalankan Ramadhan dan Lebaran dengan tenang," ujarnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi panic buying, karena ketersediaan stok BBM nasional berada di atas standar minimum yang dipersyaratkan.
Menurut dia, aksi pembelian berlebihan justru berpotensi mengganggu sistem distribusi yang sebenarnya dalam kondisi normal.
“Stok BBM nasional berada di atas standar minimum, sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan panic buying,” katanya.
Dwi mengatakan, stok BBM dan LPG yang dimiliki pemerintah di atas standar minimum cadangan operasional yakni melebihi 21 hari.
"Sebagai analogi, seperti kita memiliki toren air di rumah. Air digunakan setiap hari, tetapi setiap hari juga ada pengisian kembali," ujarnya.
Sumber untuk mengisi kembali stok BBM dan LPG itu, ujar dia, bisa dari produksi dalam negeri maupun impor dari berbagai negara.
Ia menambahkan, pemerintah saat ini terus memantau perkembangan geopolitik global serta dampaknya terhadap sektor energi guna memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode Ramadan dan Idul Fitri 2026. (*)

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
