
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (YouTube: Kementerian ESDM)
JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM sepanjang 2025 berhasil melampaui target. Realisasinya tercatat sebesar Rp 138,37 triliun, lebih tinggi dibandingkan target DIPA 2025 yang dipatok Rp 127,44 triliun.
Berdasarkan data capaian kinerja ESDM 2025, kontribusi terbesar PNBP berasal dari Sumber Daya Alam (SDA) Mineral dan Batu Bara (minerba) yang mencapai 104,38 persen dari target. Sementara itu, SDA panas bumi terealisasi 103,4 persen, dan sektor lainnya bahkan melonjak hingga 311,05 persen.
PNBP dari sektor lain tersebut berasal dari berbagai sumber, antara lain Badan Layanan Umum (BLU), iuran badan usaha hilir migas, Domestic Market Obligation (DMO) migas, kompensasi DMO batubara, denda smelter, denda penertiban kawasan hutan (PKH), jasa layanan ketenagalistrikan, museum, pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN), serta berbagai jasa lainnya.
“Pencapaian target dari PNBP di sektor minerba itu mencapai Rp 108,56 persen, melampaui target. Di dalam DIPA itu Rp 127,44 triliun dalam APBN ini yang dimaksudkan tapi realisasinya adalah Rp 138,37 triliun. Ini saya harus jujur mengatakan bahwa ini kerja tim, kerja-kerja yang membutuhkan inovasi dan totalitas,” kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Konferensi Pers Kinerja Sektor ESDM di kantornya, Kamis (8/1).
Di sisi lain, capaian PNBP sektor minyak dan gas bumi (migas) belum memenuhi target. Bahlil menjelaskan, pada APBN 2025 asumsi harga Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar USD 82 per barel.
Hanya saja, realisasi harga minyak sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2025 hanya berada di kisaran rata-rata USD 68 per barel.
“Namun kenyataannya rata-rata sejak dari 1 Januari hingga 31 Desember rata-rata harga minyak dunia itu USD 68 maka jika harganya tidak sampai USD 68 akan berdampak pada pendapatan negara kita, karena itu pendapatan negara kita di sektor migas mencapai Rp 105,04 triliun, dari target Rp 125 triliun jadi totalnya sekitar 83 persen,” ungkap dia.
Secara keseluruhan, realisasi PNBP ESDM pada 2025 tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, PNBP sektor ini sempat mencapai Rp 269,5 triliun.
Tak hanya itu, realisasi investasi di sektor ESDM sepanjang 2025 juga mengalami penurunan. Total investasi tercatat sebesar USD 31,7 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2024 yang mencapai USD 32,3 miliar.
Adapun rincian investasi sektor ESDM sepanjang 2025 meliputi investasi minerba sebesar USD 6,7 miliar, sektor migas USD 18,0 miliar, ketenagalistrikan USD 4,6 miliar, serta energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) sebesar USD 2,4 miliar.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
