
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) sebelum memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (14/10/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Wakil Menteri Keuangan RI, Prof. Suahasil Nazara, meminta PLN memperkuat transformasi keselamatan kerja dengan cara tidak hanya menekan angka kecelakaan, tetapi juga menghapus seluruh potensi kondisi berbahaya dalam sistem kelistrikan. Dia mengingatkan bahwa setiap insiden listrik di lapangan, apapun penyebabnya, selalu melekat di benak publik sebagai tanggung jawab PLN.
"Saya terganggu karena unsafe conditions itu adalah awal mula kecelakaan. Apapun penyebabnya, yang pertama diingat masyarakat adalah PLN," kata Suahasil dalam Orasi Ilmiah Wisuda ke-47 Institut Teknologi PLN (ITPLN) di Sasana Kriya, TMII, Jakarta, Selasa (18/11).
Suahasil menyebut masih banyak 'unsafe conditions' di sektor kelistrikan yang harus dibereskan sebelum berubah menjadi kecelakaan kerja. Dalam acara yang diikuti oleh 708 wisudawan tersebut, Suahasil menilai pemahaman risiko adalah bagian penting dari integritas para profesional energi. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, terutama PLN, untuk meningkatkan budaya keamanan sebagai pondasi ketahanan energi Indonesia.
Dalam orasinya, Suahasil juga menekankan pentingnya kompetensi, integritas, dan kemampuan lintas disiplin bagi lulusan ITPLN. Gelar akademik, ujarnya, hanyalah awal perjalanan, dan dunia kerja selalu menilai dua hal utama: kemampuan dan kemauan untuk terus belajar. "Gelar ini adalah modal. Tapi perjalanan Anda tidak berhenti di sini. Negara menyediakan ribuan beasiswa setiap tahun," tuturnya.
Ia mengingatkan bahwa teknologi tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial, lingkungan, ekonomi, dan kebijakan publik. Indonesia, lanjutnya, membutuhkan pemikiran lintas disiplin untuk menjawab tantangan energi di masa depan.
Suahasil juga menyinggung bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan ketahanan energi sebagai prioritas nasional. Indonesia memiliki sumber energi besar seperti panas bumi dan sinar matahari, tetapi potensi itu harus diolah menjadi energi riil agar kemandirian energi dapat tercapai.
Di sisi lain, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menyampaikan bahwa ITPLN tengah melakukan transformasi besar agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri energi. ITPLN didorong menjadi applied university yang dekat dengan kebutuhan dunia kerja, terutama menghadapi era transisi energi dan target net zero emission.
Menurut Didi, sistem kelistrikan masa depan menuntut kemampuan baru, termasuk pengelolaan variable renewable energy dan penerapan smart system untuk menjaga keandalan jaringan. Ia menegaskan akan banyak kebutuhan keahlian baru seiring percepatan transisi energi nasional.
"ITPLN saat ini dalam proses untuk bertransformasi. Ke depan, kita coba arahkan untuk bisa menjawab tantangan menjadi universitas yang adaptif dan bisa merespon perkembangan zaman dalam bentuk applied university," pungkas Didi.

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
