
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Todotua Pasaribu mengakui bahwa kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga pembatasan impor membuat rencana ekspansi bisnis SPBU swasta terhambat.
Hal ini sebagaimana disampaikannya usai menggelar Rapat Pembahasan Kuota Impor BBM SPBU Swasta bersama dengan Dirjen Migas ESDM Laode Sulaeman, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati dan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Achmad Muchtasyar di kantornya, Selasa (7/10).
"Bahwa itu (ekspansi bisnis SPBU swasta terhambat) terpengaruh ada. Tetapi kan ini kan bicara long short planning ke depannya. Saya rasa juga para pelaku usaha setelah Shell, BP, apa semuanya mereka bukan short planning akan melihat," ujar Todotua Pasaribu.
Terlebih, kata Todotua, bisnis SPBU swasta di Tanah Air sudah berlangsung sejak puluhan tahun yang lalu. Sehingga, dengan adanya permasalahan ini, pihaknya menyebut hanya masalah situasional saja.
Dalam hal ini terkait dengan pertimbangan kuota impor BBM SPBU swasta yang dinilai kementerian teknis, yakni ESDM telah melampaui dari batasnya hingga mencapai 110 persen.
"Bahwa memang perkembangan dari industri ini kan kita sudah melalui puluhan tahun. Nah situasional yang ada ini sepanjang negara atau pemerintah bisa memberikan kepastian saya pikir nggak ada masalah dengan itu," ujarnya.
Meski begitu, Todotua menilai pemerintah sudah memberi kepastian kebijakan kepada pihak swasta. Seperti halnya kesepakatan B2B antara PT Pertamina (Persero) dan SPBU swasta untuk rentang beberapa bulan di tahun ini. Hingga kemudian, menurutnya Kementerian ESDM yang sedang menggodok perihal kuota impor SPBU swasta untuk realisasi tahun 2026.
"Kan bagi para pelaku usaha kan yang penting adanya kepastian kebijakan, policy-nya nanti seperti apa ya kan. Situasionalnya tahun ini memang ada pergerakan dan tadi juga sudah diyakinin dari Dirjen Migas bahwa memang ini lagi diramu sehingga apa namanya strategi-nya di tahun 2026 itu dipastikan akan jauh lebih baik," ungkap Todotua.
Di sisi lain, Wamen Investasi ini juga menyampaikan bahwa sejumlah SPBU swasta ini sudah berencana untuk melakukan ekspansi di berbagai lini industri lain. Salah satunya Petrokimia sebagaimana akan dilakukan oleh ExxonMobil.
"Kayak seperti Exxon beberapa bulan yang lalu mereka juga pernah mengutarakan untuk masuk ke dalam industri petrokimia. Shell industri-industri yang lain ini juga karena cycle ini kan bukan hanya di SPBU aja. Tetapi kita berharap bahwa isu ini bisa dikelola lebih baik sehingga tidak terlalu berdampak," pungkasnya.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
