Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 September 2025 | 01.33 WIB

Harga BBM Setara Pertamax dan Shell V Power Turun jadi Rp 7 Ribuan, Bukan di Indonesia, tapi di Malaysia

Pengendara  saat mengisi bahan bakar minyak di SPBU Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3/2022). PT Pertamina (Persero) dikabarkan akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis bensin dengan nilai oktan (RON) 92 alias Pertamax per Jumat, 1 April - Image

Pengendara saat mengisi bahan bakar minyak di SPBU Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3/2022). PT Pertamina (Persero) dikabarkan akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis bensin dengan nilai oktan (RON) 92 alias Pertamax per Jumat, 1 April

JawaPos.com - Harga BBM yang terjangkau jelas jadi impian setiap warga negara. Sebab, efek berantai dari mahalnya harga BBM bisa langsung dirasakan oleh masyarakat sendiri.

Peka dengan hal tersebut, pemerintah memastikan akan menurunkan harga BBM. Eits, tapi bukan pemerintah Indonesia, melainkan pemerintah negara tetangga kita, Malaysia.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memastikan harga bensin bersubsidi RON 95 akan diturunkan menjadi RM1,99 per liter atau sekitar Rp 6.900 sebelum akhir September 2025. 

Kebijakan ini disebut sebagai langkah pemerintah untuk meringankan beban rakyat di tengah tingginya harga energi global.

“Sebagian marah karena September sudah berjalan tapi harga BBM belum turun. Saya bilang sebelum akhir September. Apakah 10 September itu akhir bulan? Apakah 15 September itu akhir bulan? Tunggu sedikit, nanti turun,” kata Anwar dalam pidatonya di Johor, Sabtu (21/9).

Saat ini, harga RON 95 berada di RM 2,05 per liter (sekitar Rp7.100), jauh di bawah harga pasar non-subsidi yang mencapai RM 2,50–RM 2,60 atau sekitar Rp 8.600–Rp 9.000. 

Anwar menegaskan bahwa tidak banyak negara yang mampu memberi harga BBM serendah ini bagi rakyatnya.

Perbandingan dengan Indonesia

Pernyataan Anwar kembali memunculkan perbandingan dengan Indonesia. Saat ini, harga Pertalite (RON 90) dipatok Rp 10.000 per liter, sementara Pertamax (RON 92) berada di kisaran Rp 12.850–Rp 13.300 per liter. 

Artinya, harga RON 95 di Malaysia hampir separuh dari harga Pertamax di Indonesia, padahal kualitas oktannya lebih tinggi.

Kondisi ini memicu pertanyaan publik: mengapa harga BBM di Indonesia justru lebih mahal, padahal negara ini merupakan produsen minyak? 

Faktor subsidi, beban impor minyak mentah, hingga kebijakan fiskal disebut-sebut menjadi penyebab perbedaan mencolok tersebut.

Namun yang jelas, langkah Malaysia menurunkan harga BBM bersubsidi dinilai sebagai strategi politik sekaligus upaya menjaga daya beli masyarakat. 

Sementara di Indonesia, pemerintah masih menahan diri untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi menjelang pembahasan RAPBN 2026, meski beban subsidi energi terus membengkak.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore