Salah satu pembangkit listrik yang dikelola PLN IP UBP Papua, Maluku dan Nusa Tenggara yaitu Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara 1 dengan kapasitas terpasang 60 MW. (dok. PLN IP)
JawaPos.com - Pembangkit listrik yang dikelola PLN memiliki limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Limbah itu harus dikelola secara khusus agar tidak mencemari lingkungan.
Selama ini setiap limbah B3 milik pembangkit listrik PLN dikelola oleh PT Energy Management Indonesia (EMI), anak perusahaan PLN. Direktur Utama EMI Henri Firdaus mengatakan, pengelolaan limbah B3 di lingkungan operasional PLN, termasuk penanganan limbah khusus seperti PCBs dari peralatan kelistrikan (trafo) dan remediasi lahan terkontaminasi limbah B3 menjadi perhatian khusus. Perlakuan terhadap limbah B3 tidak sembarangan.
Pihak PT EMI pun menggandeng PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), perusahaan pengelola limbah B3 dan non-B3 terintegrasi.
Henri Firdaus mengatakan, kolaborasi ini menjadi kelanjutan sekaligus langkah konkret setelah MoU dengan PLN pada 2024. MoU itu fokus pada percepatan implementasi pengelolaan limbah B3 yang lebih aman, terpadu, dan berkelanjutan di seluruh unit pembangkit dan distribusi PLN di Indonesia.
Kolaborasi itu mencakup pengangkutan, pengumpulan, pemanfaatan, pengolahan, hingga penimbunan limbah B3, serta remediasi lahan terkontaminasi limbah B3.
Selain itu, PPLI juga akan menjadi strategic partner EMI dalam core business Energy & Environmental Conservation (EEC) Engineering and Implementation, sehingga sinergi tidak hanya terbatas pada pengelolaan limbah, tetapi juga mendukung agenda transisi energi dan dekarbonisasi nasional.
“Kami percaya pengelolaan limbah B3 tidak hanya soal kepatuhan regulasi, tapi juga bagian penting dari menjaga keberlanjutan energi dan lingkungan. Bersama PPLI, EMI ingin menghadirkan solusi end-to-end yang memastikan keamanan, efisiensi, sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat luas,” ujar Henri kepada wartawan pada Kamis (28/8).
Menurut dia, limbah B3 di pembangkit dan distribusi listrik tidak bisa dianggap sepele. Treatment sangat berbeda demi menjaga lingkungan agar tidak tercemar.
Baca Juga: Tidak Sesuai Kriteria, KNKT Tidak Turun Menangani Penyebab Tumpahan Limbah B3 di Lalu Lintas
Sebelumnya pada Selasa (26/8), PT EMI melakukan MoU dengan PT PPLI tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Penandatanganan MoU berlangsung di Graha YPK PLN, Jakarta Selatan dan dilakukan oleh Direktur Utama EMI Henri Firdaus dan Presiden Direktur PPLI Yoshiaki Chida.
Sementara itu, Yoshiaki Chida menekankan pentingnya sinergi untuk memperkuat layanan pengelolaan limbah B3 di Indonesia. “Kami selalu berkomitmen menghadirkan pengelolaan limbah B3 yang sesuai standar global. Kolaborasi dengan EMI tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga menunjukkan bahwa sektor energi dan pengelolaan limbah harus berjalan beriringan demi Indonesia yang lebih hijau dan sehat,” tuturnya.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
