Calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto saat berbicara dalam acara Debat Ketiga Capres yang diselenggarakan Istora Senayan, Minggu (7/1/2024).
JawaPos.com – Indonesia berada di urutan ke-8 negara penyumbang gas rumah kaca (GRK) terbesar di dunia. Tren ini perlu dibuat melandai dengan segera beralih ke energi rendah karbon. Penurunan emisi karbon ini, sebagaimana diketahui, juga menjadi konsensus banyak negara peserta COP 28, di Dubai, Uni Emirat Arab, tahun lalu.
"Oleh karena itu, kita harus segera transisi ke energi rendah karbon. Saya sebut energi rendah karbon, karena tidak semua energi baru terbarukan itu rendah karbon," kata Direktur Eksekutif Traction Energy Asia, Tommy Pratama, dalam diskusi Meneropong Bioenergi di Tangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029, beberapa waktu lalu.
Tommy menyampaikan bahwa potensi energi bersih di Indonesia, berdasarkan data Dewan Energi Nasional, mencapai 3.687,4 GW. Itu terdiri dari energi surya 3.294,4 GW, angin 155 GW, hidro 95 GW, arus laut 63 GW, bioenergi 57 GW, dan panas bumi 23 GW.
Adapun sebaran wilayah potensialnya yaitu: surya (NTT, Riau, Sumatera Selatan); angin (Maluku dan Papua); hidro (Papua dan Kalimantan Utara); arus laut (Bali, Maluku, NTB); bioenergi (Riau dan Jawa Barat); serta panas bumi (Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Lampung).
Saat ini, pemerintah tengah menggalakkan penggunaan bioenergi dalam upaya transisi energi. Sebut saja, mendorong peningkatan biofuel untuk B30 menjadi B40, dan seterusnya. Serta, penggunaan biomassa untuk co-firing PLTU.
Namun, Tommy mengingatkan bahwa bioenergi ini merupakan isu yang kompleks, karena berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan lahan. Mengutip data GAPKI 2022, konsumsi CPO untuk kebutuhan pangan pada 2017 sebesar 8,15 juta ton. Pada periode sama konsumsi CPO untuk kebutuhan biodiesel hanya 2,22 juta ton.
Sedangkan pada 2022, konsumsi CPO untuk kebutuhan pangan sebesar 9,6 juta ton (outlook). Pada periode sama, konsumsi CPO untuk biodiesel meningkat pesat tembus 8,8 juta ton (outlook).
"2022 hampir menyamai, atau malah lebih kalau baurannya ditingkatkan dari B35 jadi B40. Karena makin tinggi kandungannya, maka akan semakin banyak kelapa sawit yang dibutuhkan, semakin sedikit pula kelapa sawit yang bisa digunakan untuk makanan," sebut Tommy.
Selain itu, penggunaan bioenergi nyatanya tidak benar-benar rendah emisi. Hasil kajian Traction Energy Asia pada 2022, rentang emisi yang dihasilkan dalam produksi biofuel CPO berkisar antara 0,56 ton CO2eq/ton CPO hingga 16,04 ton CO2eq/ton CPO.
"Ketika kita menghitung emisi yang dimunculkan biofuel, atau biodiesel yang paling besar di Indonesia, itu tidak boleh hanya dihitung dari combustion-nya. Tetapi, harus dihitung berdasarkan daur hidupnya, mulai dari pembukaan lahan hutan, pengelolaan kelapa sawit termasuk pabrik kelapa sawitnya, refinery, sampai dia dibakar di mesin atau PLTD," terang Tommy.
Baca Juga: Desain Pembangunan Hutan Tanaman Energi Sebabkan Deforestasi Terencana maupun Tidak Terencana
Dalam kesempatan sama, Manager Program Bioenergi Trend Asia, Amalya Reza Oktaviani mengatakan, bioenergi bukanlah solusi bagi transisi energi. Trend Asia memperhitungkan dibutuhkan setidaknya 10,2 juta ton biomassa untuk menyuplai 10 persen biomassa untuk co-firing 52 PLTU.
"Perhitungan kami, akan ada deforestasi 1 juta hektare (Ha) untuk pengadaan biomassa untuk 52 PLTU co-firing," katanya. "Apakah paslon-paslon berani menggagalkan deforestasi terencana yang memang sudah ada di program pemerintah sekarang?" lanjut Amalya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022