
ENERGI BERSIH: Wali Kota Bogor Dedie Rachim menghadiri peresmian operasional PLTS Atap di Mal Botani Square, Selasa (11/2). Instalasi tersebut menghasilkan 1,6 GWh energi bersih per tahun. Dzikri/Radar Bogor. (Istimewa)
JawaPos.com — Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama dalam peta energi global melalui pengembangan energi bersih. Meski saat ini masih bergantung pada impor minyak dan LPG, besarnya potensi energi terbarukan membuka peluang bagi Indonesia menjadi salah satu pemain penting di sektor tersebut.
CEO Medco Power Indonesia sekaligus Ketua Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI), Eka Satria, mengingatkan pentingnya transformasi dan inovasi sektor energi nasional di tengah meningkatnya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi fosil.
Menurut Eka, kebutuhan energi dunia terus meningkat seiring perkembangan industri, transportasi, hingga teknologi digital seperti kecerdasan buatan dan pusat data. Namun di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena tingginya impor minyak dan LPG.
“Indonesia saat ini masih mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari dan LPG sekitar 6-7 juta ton per tahun. Ketika energi terganggu dan harga minyak naik, industri, ekonomi, biaya hidup, dan kehidupan masyarakat ikut terdampak,” ujar Eka di IT PLN, Jakarta, Kamis, (21/5).
Ia mengatakan posisi Indonesia dalam sektor energi telah berubah drastis. Jika dahulu Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor minyak dan salah satu eksportir LNG terbesar dunia, kini Indonesia justru menjadi net importer energy.
Meski demikian, Eka turut optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama energi bersih dunia. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan lebih dari 3.600 gigawatt (GW), jauh di atas kebutuhan nasional saat ini yang sekitar 100 GW.
Potensi tersebut meliputi energi surya sekitar 3.300 GW, angin 155 GW, hidro 95 GW, bioenergi 57 GW, hingga panas bumi 24 GW yang disebut sebagai salah satu terbesar di dunia.
“Indonesia memiliki hampir seluruh potensi untuk menjadi pemain energi bersih dunia di masa depan. Tantangannya bukan lagi apakah kita punya potensi, tetapi apakah kita mampu mengubah potensi tersebut menjadi teknologi, inovasi, dan industri yang memberi kesejahteraan bagi bangsa,” katanya.
Eka juga menyoroti empat tren utama transformasi energi global, yakni decarbonization, digitalization, decentralization, dan electrification.
Menurut Eka, transisi energi tidak cukup hanya mengganti sumber energi fosil menjadi energi baru terbarukan, melainkan membangun sistem energi yang lebih cerdas, efisien, bersih, andal, dan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022