Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Mei 2026 | 15.33 WIB

Indonesia Dinilai Berpeluang Jadi Pemain Utama Energi Bersih Dunia

ENERGI BERSIH: Wali Kota Bogor Dedie Rachim menghadiri peresmian operasional PLTS Atap di Mal Botani Square, Selasa (11/2). Instalasi tersebut menghasilkan 1,6 GWh energi bersih per tahun. Dzikri/Radar Bogor. (Istimewa) - Image

ENERGI BERSIH: Wali Kota Bogor Dedie Rachim menghadiri peresmian operasional PLTS Atap di Mal Botani Square, Selasa (11/2). Instalasi tersebut menghasilkan 1,6 GWh energi bersih per tahun. Dzikri/Radar Bogor. (Istimewa)

JawaPos.com — Indonesia dinilai memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama dalam peta energi global melalui pengembangan energi bersih. Meski saat ini masih bergantung pada impor minyak dan LPG, besarnya potensi energi terbarukan membuka peluang bagi Indonesia menjadi salah satu pemain penting di sektor tersebut.

CEO Medco Power Indonesia sekaligus Ketua Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI), Eka Satria, mengingatkan pentingnya transformasi dan inovasi sektor energi nasional di tengah meningkatnya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi fosil.

Menurut Eka, kebutuhan energi dunia terus meningkat seiring perkembangan industri, transportasi, hingga teknologi digital seperti kecerdasan buatan dan pusat data. Namun di sisi lain, Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena tingginya impor minyak dan LPG.

“Indonesia saat ini masih mengimpor minyak sekitar 1 juta barel per hari dan LPG sekitar 6-7 juta ton per tahun. Ketika energi terganggu dan harga minyak naik, industri, ekonomi, biaya hidup, dan kehidupan masyarakat ikut terdampak,” ujar Eka di IT PLN, Jakarta, Kamis, (21/5).

Ia mengatakan posisi Indonesia dalam sektor energi telah berubah drastis. Jika dahulu Indonesia dikenal sebagai negara pengekspor minyak dan salah satu eksportir LNG terbesar dunia, kini Indonesia justru menjadi net importer energy.

Meski demikian, Eka turut optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama energi bersih dunia. Ia menyebut Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan lebih dari 3.600 gigawatt (GW), jauh di atas kebutuhan nasional saat ini yang sekitar 100 GW.

Potensi tersebut meliputi energi surya sekitar 3.300 GW, angin 155 GW, hidro 95 GW, bioenergi 57 GW, hingga panas bumi 24 GW yang disebut sebagai salah satu terbesar di dunia.

“Indonesia memiliki hampir seluruh potensi untuk menjadi pemain energi bersih dunia di masa depan. Tantangannya bukan lagi apakah kita punya potensi, tetapi apakah kita mampu mengubah potensi tersebut menjadi teknologi, inovasi, dan industri yang memberi kesejahteraan bagi bangsa,” katanya.

Eka juga menyoroti empat tren utama transformasi energi global, yakni decarbonization, digitalization, decentralization, dan electrification.

Menurut Eka, transisi energi tidak cukup hanya mengganti sumber energi fosil menjadi energi baru terbarukan, melainkan membangun sistem energi yang lebih cerdas, efisien, bersih, andal, dan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore