Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 April 2023 | 17.07 WIB

Harga Minyak Mentah Dunia Naik 2 Persen Jelang Rilis Inflasi AS

Photo

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia naik sekitar 2 persen pada hari Rabu (12/4). Kenaikan terjadi di tengah harapan bahwa Federal Reserve melonggarkan pengetatan kebijakannya setelah laporan inflasi utama AS minggu ini, meskipun kekhawatiran tetap atas permintaan Tiongkok.
 
Melansir Reuters, minyak mentah Brent berjangka naik menjadi  USD 1,43 atau 1,7 persen menjadi USD 85,61 per barel. Sedangkan kontrak berjangka West Texas Intermediate AS naik menjadi USD 1,79 atau sekitar 2,2 persen menjadi USD 81,53 per barel.
 
 
Dijelaskan, investor bakal lebih optimistis bahwa Federal Reserve AS semakin dekat untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunga. Hal ini membuat minyak yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
 
Presiden Fed New York, John Williams mengatakan pada hari Selasa waktu setempat bahwa Fed dimungkinkan akan menaikkan suku bunga acuan sekali lagi dalam kenaikan 25 basis poin. Sementara, laporan inflasi AS yang akan dirilis pada hari Rabu diperkirakan akan membantu investor mengukur lintasan jangka pendek untuk suku bunga.
 
 
"Prospek permintaan minyak mentah jangka pendek akan segera menjadi lebih jelas. Minggu ini kita akan mengetahui apakah ekonomi AS mengambil langkah-langkah ke dalam kolam resesi atau apakah akan melakukan tembakan meriam ke dalamnya," kata Edward Moya, analis senior di OANDA.
 
Data dari Tiongkok menunjukkan inflasi konsumen pada bulan Maret naik pada laju paling lambat sejak September 2021. Hal ini menunjukkan pelemahan permintaan berlanjut dalam pemulihan ekonomi yang tidak merata.
 
 
"IHK Maret Tiongkok lebih rendah dari yang diharapkan, yang dapat mendorong pemerintah Tiongkok untuk lebih merangsang ekonomi," kata Tina Teng, seorang analis di CMC Markets.
 
Minyak berjangka telah naik sekitar 7 persen sejak Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia mengejutkan pasar pekan lalu dengan pemotongan lebih lanjut target produksi mulai Mei.
 
 
Menurut perkiraan Badan Informasi Energi AS (EIA) produksi OPEC akan turun 500.000 barel per day (bpd) pada tahun 2023 sebelum ditargetkan naik 1 juta bpd pada tahun 2024 setelah perjanjian produksi grup berakhir.
 
Total produksi bahan bakar cair non-OPEC diperkirakan tumbuh 1,9 juta barel per hari (bph) pada 2023 dan 1 juta bph pada 2024, kata EIA.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore