
Gedung A PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (UID Jaya) di Jalan M.I. Ridwan Rais Nomor 1 , Gambir, Jakarta Pusat. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Diantara deretan gedung modern di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, ada satu bangunan klasik yang mencuri perhatian. Warnanya cokelat dengan menara runcing di puncak atap. Gedung A PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (UID Jaya), salah satu peninggalan bersejarah yang masih berdiri megah hingga kini.
Bangunan bergaya Art Nouveau, Art Deco, dan Craft itu tak sekadar indah, tapi juga sarat makna sejarah.
Gedung berdenah persegi panjang ini terdiri atas dua lantai. Sejatinya, terdapat lantai ketiga, namun hanya berisikan ruangan dengan ventilasi udara. Terdapat kupola, struktur tinggi yang relatif kecil dan seringkali menyerupai kubah yang terletak di puncak suatu bangunan, pada sudut barat laut dan kolom bangunan berukuran kecil.
Terdapat pagar pembatasan di lantai dua dengan motif klasik. Pilar-pilar besar dengan ornamen flora meliuk menghiasi sisi luar gedung, sementara ukiran garis dan lingkaran kecil terpahat di pintu dan jendela lebar khas era kolonial.
Suasana di dalam gedung terasa sejuk dan lapang. Langit-langitnya menjulang lebih dari tiga meter. Ciri khas bangunan Belanda yang dirancang untuk menyesuaikan iklim tropis Indonesia.
"Gedung ini berstatus Cagar Budaya DKI Jakarta. Ditetapkan lewat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 475 Tahun 1993," ujar Linda Enriany, Kepala Bidang Pelindungan Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, kepada JawaPos.com.
Bangunan tiga lantai ini kini dimanfaatkan sebagai Kantor Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) Menteng milik PLN UID Jaya. Uniknya, dua ruangan di lantai dasar dialihfungsikan menjadi Stroom Coffee, kedai kopi hasil kolaborasi PLN dengan pelaku UMKM lokal.
Langkah ini menjadikan gedung heritage tak sekadar simbol masa lalu, tetapi juga ruang hidup baru bagi masyarakat modern.
Dua ruangan di lantai dasar dialihfungsikan menjadi Stroom Coffee, kedai kopi hasil kolaborasi PLN dengan pelaku UMKM lokal. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Gedung PLN Gambir punya perjalanan panjang dalam sejarah kelistrikan Indonesia. Dulu, bangunan ini berdiri di kawasan Koningsplein Oost (kini Jalan Medan Merdeka Timur) dan berfungsi sebagai kantor Nederlandsche Indische Electriciteit Maatschappij (NIEM), perusahaan listrik Belanda yang membangun PLTU di Gambir dekat Sungai Ciliwung.
"Kesuksesan tersebut membawa NIEM untuk mendirikan kantor di beberapa tempat di Pulau Jawa," ungkap Linda.
Namun masa kejayaan NIEM berakhir ketika Jepang menduduki Indonesia. Aset dan pengelolaan listrik kemudian diambil-alih oleh pemerintah pendudukan Jepang melalui lembaga Djawa Denki Djigjo Kosja yang sempat berganti nama menjadi Djawa Denki Djigjo Sja.
Setelah Indonesia merdeka pada 1945, seluruh aset listrik diserahkan kepada pemerintah Republik Indonesia. Dari sinilah lahir Jawatan Listrik dan Gas, cikal bakal PLN yang kita kenal saat ini.
Bagi Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Gedung PLN Gambir bukan sekadar bangunan tua. Ia menjadi saksi lahirnya peradaban modern di Batavia (Jakarta) dan bukti nyata bagaimana listrik pertama kali hadir di Tanah Air.
Dengan perpaduan sejarah, arsitektur, dan fungsi baru yang relevan, gedung ini berhasil mempertahankan roh heritage di tengah arus modernisasi ibu kota.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
