
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung dan perwakilan SPBU swasta memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan dengan SPBU swasta di Jakarta, Jumat (19/9/2025). (Salman Toyi
JawaPos.com - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tengah mematangkan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) sebagai pengganti Liquified Petroleum Gas (LPG) demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan, 18 proyek hilirisasi saat ini tengah difinalisasi oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), DME pun masuk menjadi salah satunya.
Adapun Tim Satgas dan Ketahanan Energi Nasional sendiri telah merampungkan pra studi kelayakan 18 proyek ini, serta telah diberikan ke Danantara.
"Sekarang, dari pra FS itu dipelajari oleh konsultan untuk finalisasi di Danantara. Dari sekian banyak, 18 project itu salah satunya adalah DME," ujar Bahlil di Jakarta dikutip Minggu (26/10).
Dia pun menekankan, penggantian LPG menjadi DME pun dilakukan untuk menekan angka impor. Terlebih saat ini konsumsi LPG Indonesia mencapai 8,5 juta ton.
"Kapasitas produksi dalam negeri itu hanya 1,3 juta ton. Jadi kita impor sekitar 6,5 juta ton sampai 7 juta ton. Nah caranya bagaimana mengurangi impor adalah kita melahirkan substitusi impor melalui hilirisasi batu bara," ungkap dia.
Adapun teknologi yang digunakan berasal dari Tiongkok dan Eropa yang dirasa cocok dengan Indonesia. Hanya saja, keputusan tetap berada di tangan Danantara.
Sementara itu, wacana penggunaan DME sebagai pengganti gas LPG bukan hal yang baru di Indonesia. Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arsal Ismail mengatakan pihaknya sedang membangun hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kawasan Industri Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
DME ini nantinya akan digunakan sebagai pengganti LPG sebagai bahan bakar rumah tangga guna mengurangi impor. Berdasarkan target, DME sudah bisa digunakan pada 2026 mendatang.
"Kalau sesuai timeline kita, kan pembangunan kurang lebih 3 tahun. Kalau tahun depan sudah mulai (dibangun), diharapkan 2026 sudah hasilkan produk DME itu," ujar Arsal di Hotel Raffles Jakarta, Jumat (26/8/2022).
Meski begitu, proyek ini sempat mandek setelah ditinggal investor utamanya, perusahaan asal Amerika Serikat Air Products and Chemicals Inc (APCI). PTBA pun akan menggandeng investor baru untuk melanjutkan proyek ini.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
