
Menteri ESDM Bahlil Lahadia menyatakan cadangan BBM nasional aman sampai Lebaran. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com-Pemerintah memastikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idul Fitri, kendati harga minyak mentah dunia tengah berfluktuasi. Itu terjadi akibat konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.
"Saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya (Idul Fitri) tidak ada kenaikan," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Jumat (6/3).
Bahlil memastikan cadangan BBM di dalam negeri saat ini aman, yaitu cukup untuk 23 hari kebutuhan. Cadangan tersebut selalu terjaga di level yang aman. Dia menyebut pasokan akan terus ditambah dari dalam maupun luar negeri, tanpa menunggu stok di bawah 21 hari. Oleh karena itu, dia membantah bahwa stok BBM akan habis dalam sekitar 20 hari.
Pemerintah menjamin masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan tidak perlu khawatir kekurangan pasokan BBM. Stok BBM termasuk LPG telah dipersiapkan dengan baik. "Kami sudah mengantisipasi bahwa stok BBM kita untuk menjelang Hari Raya Idul Fitri aman, termasuk dengan LPG. Jadi tidak perlu ada keraguan sekalipun terjadi dinamika global," tukasnya.
Kendati demikian, menteri berlatar belakang pengusaha tersebut tidak menjelaskan bagaimana situasi cadangan BBM nasional setelah periode Lebaran berlalu.
Seperti diketahuin, harga minyak berfluktuasi karena gangguan pasokan minyak global akibat perang AS-Israel dengan Iran. Kondisi ini membuat harga energi dunia naik dengan cepat. Harga berjangka AS naik lebih cepat daripada patokan internasional berjangka Brent. Hal ini karena Washington mempertimbangkan tindakan untuk mengatasi kenaikan harga energi.
Mengutip Reuters, pada Kamis (5/3), minyak mentah West Texas Intermediate Amerika Serikat (AS) ditutup naik USD 6,35 atau 8,51 persen menjadi USD 81,01. Itu level tertinggi sejak Juli 2024. Minyak mentah Brent ditutup naik USD 4,01 atau 4,93 persen menjadi USD 85,41 per barel. Kenaikan ini terjadi untuk sesi kelima berturut-turut.
Namun, per Jumat (6/3) harga minyak mentah Brent berjangka turun 95 sen atau 1,1 persen menjadi USD 84,46 per barel. West Texas Intermediate turun USD 1,08 atau 1,3 persen menjadi USD 79,93 pada pukul 0440 GMT. Harga Brent melonjak 16,4 persen minggu ini, sementara WTI naik 19,2 persen. Kenaikan ini merupakan yang paling tajam sejak Rusia invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
