
Pengendara rela antre mengisi BBM di SPBU Shell Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (19/9) siang. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) di SPBU swasta berpotensi makin mahal. Hal ini imbas kebijakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang secara tidak langsung "memaksa" SPBU swasta membeli BBM dari Pertamina.
Pengamat Energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi menilai kebijakan itu justru bisa merugikan konsumen. Pasalnya, SPBU Swasta terpaksa harus membeli BBM dari Pertamina dengan harga mahal dan perlu menyesuaikan ke harga jualnya.
“Betul, tapi saya perkirakan dia beli dari Pertamina pasti lebih mahal. Dibanding portofolio yang sudah dilakukan tadi. Karena lebih mahal, ya nanti harganya disesuaikan. Siapa yang rugi? Konsumen,” ujar Fahmy saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (21/9).
Menurut Fahmy, SPBU swasta selama ini memperoleh margin keuntungan dari strategi portofolio pengadaan BBM. Mereka membeli pasokan dari berbagai sumber, mulai dari Singapura, Timur Tengah, hingga langsung dari sektor hulu seperti yang dilakukan Shell.
Strategi itu memungkinkan harga lebih murah dibanding hanya dari satu sumber. Namun, jika dipaksa membeli dari Pertamina, maka harga jual otomatis akan meningkat.
“Tentunya Pertamina juga mengambil margin kan, kan tidak semata-mata dia menjual dengan harga pokok penjualan, nggak mungkin juga, wong dia itu lembaga bisnis yang mencari laba. Tentu harganya bisa lebih mahal,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fahmy memprediksi bahwa kondisi ini berpotensi memperkecil margin keuntungan SPBU swasta. Bahkan, ada risiko sejumlah operator tidak bisa bertahan lama di tanah air.
“Kalau misalnya SPBU swasta tidak mengikutinya, ya seperti sekarang ini kelangkaan, dia nggak bisa jual BBM, lakukan PHK, dan lalu bangkrut,” lanjut Fahmy.
Pasalnya, kata Fahmy, membeli pasokan BBM dari Pertamina tidak akan menjadi jaminan keberlangsungan usaha SPBU swasta. Margin keuntungan tetap akan tergerus karena harga lebih tinggi dibandingkan skema portofolio sebelumnya.
Dengan kebijakan ini, kata Fahmy, masyarakat perlu bersiap menghadapi kenaikan harga BBM di SPBU swasta. Sebab, penyesuaian harga hampir tidak terhindarkan ketika biaya pembelian bahan bakar naik.
“Selama ini profit yang diperoleh dari SPBU asing itu dari protofolio pengadaan BBM. Kalau kemudian harus membeli dari Pertamina, maka saya prediksikan pasti lebih mahal,” tegas Fahmy.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
