ILUSTRASI KILANG MINYAK. (FREEPIK)
JawaPos.com - Ketegangan konflik timur tengah yang melibatkan beberapa negara penghasil besar minyak kian memanas. Situasi yang kompleks dan tidak kunjung mereda ini berdampak pada ketidakstabilan harga minyak dunia.
Timur Tengah menjadi penghasil minyak terbesar, yaitu sekitar hampir setengah atau sebanyak 48% dari cadangan minyak dunia. Sumber daya minyak yang berada di wilayah yang tidak stabil secara politik ini menimbulkan kekhawatiran pasar yang terus-menerus terjadi setiap kali ketegangan meningkat.
Salah satu penyebab ketidakstabilan pasar saat ini adalah mencuatnya konflik Iran - Israel, di mana Iran merupakan negara yang memegang kendali cukup besar terhadap keberlangsungan minyak dunia melalui cadangan minyak yang dimiliki serta keberadaan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan titik paling rentan dalam rantai pasokan energi global. Sekitar 25 persen pasokan minyak dunia mengalir melalui selat sempit ini yang terletak antara Iran dan Oman—sebuah jalur yang pada titik ter sempitnya hanya selebar 21 mil.
“Jika Iran menutup Selat Hormuz, kita bisa melihat harga minyak melonjak tajam hingga ratusan dolar per barel. Hal ini dapat memicu peristiwa hiperinflasi dan kemungkinan resesi global,” ujar pengamat energi Andrew Slay.
Selain Selat Hormuz, faktor krusial yang mempengaruhi pasar energi global adalah kapasitas produksi minyak yang dimiliki negara-negara timur tengah.
Arab Saudi: Produsen utama minyak dunia ini mampu untuk menambahkan atau mengurangi produksi hingga beberapa juta barel per hari, memberikan stabilitas yang cukup krusial untuk pasar.
Irak: Meskipun mengalami konflik selama puluhan tahun, Irak masih memproduksi lebih dari 4 juta barel per hari.
Iran: Memiliki cadangan minyak terbesar keempat di dunia, meskipun beroperasi di bawah berbagai sanksi internasional.
UEA: Telah berinvestasi besar-besaran dalam perluasan kapasitas produksi, menjadi pemasok global yang cukup penting saat ini.
Ketika konflik mengancam salah satu produsen minyak tersebut, pasar akan memperhitungkan potensi terjadinya gangguan pasokan. Mulai dari transportasi hingga kehancuran infrastruktur yang mempengaruhi jumlah produksi minyak.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
