Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 23.04 WIB

Ketegangan Konflik Timur Tengah Kian Meningkat, Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

ILUSTRASI KILANG MINYAK. (FREEPIK)

JawaPos.com - Ketegangan konflik timur tengah yang melibatkan beberapa negara penghasil besar minyak kian memanas. Situasi yang kompleks dan tidak kunjung mereda ini berdampak pada ketidakstabilan harga minyak dunia

Timur Tengah menjadi penghasil minyak terbesar, yaitu sekitar hampir setengah atau sebanyak 48% dari cadangan minyak dunia. Sumber daya minyak yang berada di wilayah yang tidak stabil secara politik ini menimbulkan kekhawatiran pasar yang terus-menerus terjadi setiap kali ketegangan meningkat.

Salah satu penyebab ketidakstabilan pasar saat ini adalah mencuatnya konflik Iran - Israel, di mana Iran merupakan negara yang memegang kendali cukup besar terhadap keberlangsungan minyak dunia melalui cadangan minyak yang dimiliki serta keberadaan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan titik paling rentan dalam rantai pasokan energi global. Sekitar 25 persen pasokan minyak dunia mengalir melalui selat sempit ini yang terletak antara Iran dan Oman—sebuah jalur yang pada titik ter sempitnya hanya selebar 21 mil. 

“Jika Iran menutup Selat Hormuz, kita bisa melihat harga minyak melonjak tajam hingga ratusan dolar per barel. Hal ini dapat memicu peristiwa hiperinflasi dan kemungkinan resesi global,” ujar pengamat energi Andrew Slay.

Selain Selat Hormuz, faktor krusial yang mempengaruhi pasar energi global adalah kapasitas produksi minyak yang dimiliki negara-negara timur tengah. 

  • Arab Saudi: Produsen utama minyak dunia ini mampu untuk menambahkan atau mengurangi produksi hingga beberapa juta barel per hari, memberikan stabilitas yang cukup krusial untuk pasar.

  • Irak: Meskipun mengalami konflik selama puluhan tahun, Irak masih memproduksi lebih dari 4 juta barel per hari.

  • Iran: Memiliki cadangan minyak terbesar keempat di dunia, meskipun beroperasi di bawah berbagai sanksi internasional.

  • UEA: Telah berinvestasi besar-besaran dalam perluasan kapasitas produksi, menjadi pemasok global yang cukup penting saat ini.

  • Ketika konflik mengancam salah satu produsen minyak tersebut, pasar akan memperhitungkan potensi terjadinya gangguan pasokan. Mulai dari transportasi hingga kehancuran infrastruktur yang mempengaruhi jumlah produksi minyak.

    Editor: Ilham Safutra
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore