JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) untuk melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pemadaman listrik total di Pulau Sumatera. Sehingga ke depan, persoalan itu tidak terulang kembali.
”Harus diinvestigasi, diaudit. Itu juga perintah Pak Menteri (ESDM), bagaimana mitigasi ke depan agar tidak terulang,” kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P Hutajulu, kepada wartawan di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (5/6).
Dia juga memastikan, ESDM telah mengetahui bahwa sedang ada gangguan listrik di Pulau Sumatera. Bahkan, menurut info yang didapatnya hingga Rabu sore, pemadaman listrik hampir pulih di sejumlah titik wilayah.
"Saya sudah dapat informasi, sekarang sudah hampir semuanya pulih. Mudah-mudahan," kata Jisman
Lebih lanjut, Jisman mengatakan, ia belum mendapatkan informasi yang lengkap mengenai penyebab gangguan listrik tersebut. Yang jelas, katanya, relay yang merupakan perangkat untuk membaca arus dan tegangan yang mengalir pada jaringan PLN bekerja dengan baik, sehingga ketika terdapat gangguan, aliran listrik pun terputus.
“Relay-nya bekerja untuk memadamkan, itu intinya,” lanjutnya.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengerahkan 130 personel untuk memperbaiki gangguan transmisi SUTT 275 kV Lubuk Linggau-Lahat, yang berdampak pada sistem kelistrikan di wilayah kerja Sumatera Selatan (Sumsel), Jambi, Bengkulu, hingga Sumatera Barat (Sumbar).
“Kami tengah bergerak cepat mengatasi gangguan kelistrikan yang terjadi pada sejumlah jaringan transmisi di Pulau Sumatera dengan mengerahkan 130 personel gabungan,” kata Manajer Komunikasi dan TJSL Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu, Iwan Arissetyadhi.
Saat ini, katanya, personel tengah fokus untuk menormalkan kembali jaringan listrik yang terganggu tersebut.
“Saat ini sudah mencapai 90 persen normalisasi blackout (pemadaman total) akibat gangguan transmisi SUTT 275 kV Lubuk Linggau-Lahat yang terjadi pada Selasa (4/6/2024) kemarin,” katanya.