Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Desember 2023 | 14.52 WIB

Harga Minyak Mentah Turun Lebih dari 3 Persen di Tengah Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Kilang minyak Saudi Aramco, salah satu organisasi yang terlibat dalam program keberlanjutan minyak / sumber: theguardian.com - Image

Kilang minyak Saudi Aramco, salah satu organisasi yang terlibat dalam program keberlanjutan minyak / sumber: theguardian.com

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia turun lebih dari 3 persen pada hari Selasa atau Rabu (13/12) pagi waktu Indonesia ke level terendah dalam enam bulan, di tengah kekhawatiran kelebihan pasokan dan setelah data ekonomi AS menunjukkan kenaikan harga konsumen yang tidak terduga.
 
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent untuk bulan Februari turun USD 2,79, atau 3,7 persen menjadi USD 73,24 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate AS untuk bulan Januari turun USD 2,71, atau 3,8 persen menjadi USD 68,61 per barel.
 
Di AS, indeks harga konsumen secara tak terduga naik pada bulan November, semakin memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve (The Fed) kemungkinan tidak akan menurunkan suku bunganya pada awal tahun depan. Suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menunjukkan melemahnya permintaan minyak.
 
Pertumbuhan permintaan minyak global diperkirakan akan melambat pada tahun 2024 karena OPEC dan Badan Energi Internasional tidak sepakat mengenai hal tersebut. OPEC dan IEA memperbarui perkiraan mereka minggu ini.
 
"Sentimen negatif terhadap kompleks minyak masih kuat saat ini," kata analis Kpler, Matt Smith.
 
"Permintaan yang lemah dan kekhawatiran bahwa kesepakatan OPEC+ untuk membatasi pasokan tidak akan cukup menyeimbangkan pasar dan membebani harga," tambahnya.
 
Di sisi lain, OPEC+ setuju untuk membatasi pasokan sebesar 2,2 juta barel per hari pada kuartal pertama. Adapun saat ini, investor tengah menunggu hasil pertemuan Federal Reserve pada hari ini. Adapun Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya.
 
Badan Informasi Energi AS (EIA) menurunkan perkiraan harga minyak mentah Brent pada tahun 2024 sebesar USD 10 per barel. Brent akan rata-rata USD 83 per barel, perkiraan pemerintah dalam laporan bulanan, dibandingkan perkiraan yang diterbitkan bulan lalu sebesar USD 93 per barel.
 
Namun, pemerintah memperkirakan pengurangan pasokan dari kesepakatan OPEC+ akan membantu mengangkat harga Brent pada paruh pertama tahun 2024.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore