
PT Medco Energi Internasional Tbk membuka tahun 2026 dengan kinerja yang solid. (MEDC)
JawaPos.com - PT Medco Energi Internasional Tbk membuka tahun 2026 dengan kinerja yang solid. Perusahaan mencatat peningkatan laba bersih dan EBITDA pada kuartal pertama, didorong oleh kenaikan produksi serta kontribusi yang makin kuat dari lini ketenagalistrikan dan pertambangan.
CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, menyampaikan bahwa lonjakan harga minyak pada Maret akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memberi dampak positif terhadap penjualan, khususnya untuk produk likuid dan ekspor gas.
“Kami dengan bangga melaporkan awal tahun 2026 yang baik, dengan peningkatan EBITDA dan Laba Bersih yang didukung oleh kenaikan produksi, serta kontribusi yang semakin membaik dari segmen ketenagalistrikan dan pertambangan kami,” kata Roberto dalam keterangannya, Jumat (1/5).
Secara finansial, laba bersih perusahaan melonjak menjadi USD 67 juta, sementara EBITDA mencapai USD 351 juta. Pendapatan juga tumbuh 19 persen secara tahunan menjadi USD 668 juta, terutama karena peningkatan volume produksi dari aset Corridor serta tambahan produksi baru dari lapangan Forel dan Terubuk. Harga minyak terealisasi rata-rata naik menjadi USD 75 per barel, sedangkan harga gas ikut menguat ke USD 7,2 per mmbtu.
Dari sisi biaya, MedcoEnergi mampu menjaga efisiensi dengan biaya produksi minyak dan gas di level USD 9,0 per barel setara minyak, sesuai target tahunan. Perusahaan juga mencatat belanja modal sebesar USD 90 juta, yang mayoritas dialokasikan untuk pengembangan sektor hulu migas. Posisi kas tercatat kuat di USD 598 juta, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA tetap terjaga di 1,7 kali. Stabilitas keuangan ini turut tercermin dari peringkat kredit yang dipertahankan di level investment grade domestik dan spekulatif global.
Di sisi operasional, produksi minyak dan gas mencapai 169 ribu barel setara minyak per hari, naik 18 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini ditopang oleh kinerja aset di Natuna, Corridor, Senoro, dan Oman. Proyek pengembangan seperti Sakakemang terus berjalan, dengan target produksi awal pada 2027. MedcoEnergi juga memperluas portofolionya dengan menandatangani PSC Cendramas di Malaysia serta mencatat penemuan eksplorasi baru di Oman.
Pada segmen ketenagalistrikan, penjualan listrik meningkat 21 persen menjadi 1.053 GWh. Porsi energi terbarukan juga naik signifikan hingga mencapai 28,5 persen dari total penjualan, sejalan dengan strategi transisi energi perusahaan.
Sementara itu, kontribusi dari Amman Mineral Internasional tetap positif. Perusahaan tambang tersebut memproduksi tembaga dan emas dalam jumlah signifikan, serta mencatat laba bersih USD 34 juta pada kuartal pertama. Pengembangan fasilitas smelter juga terus berlanjut guna memperkuat hilirisasi dan nilai tambah ke depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022