Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 Oktober 2023 | 02.19 WIB

Pengamat Minta Bagi-bagi "Cuan" Berkedok Pembagian Rice Cooker Gratis Dibatalkan

Bantuan rice cooker gratis pemerintah tahun 2023 - Image

Bantuan rice cooker gratis pemerintah tahun 2023

JawaPos.com - Pengamat Ekonomi Energi UGM, Fahmy Radhi meminta bagi-bagi "cuan" berkedok pembagian rice cooker gratis kepada masyarakat untuk dibatalkan. Pasalnya, tujuan pembagian rice cooker untuk mendorong penggunaan energi bersih dan menggantikan LPG 3 Kg tidak akan tercapai.
 
Pertama, Fahmy menilai, penggunaan rice cooker memang menggunakan listrik yang merupakan energi bersih, tetapi rice cooker hampir tidak memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi karbon karena kapasitasnya sangat kecil. Apalagi, listrik yang digunakan dihasilkan dari pembangkit listrik yang masih menggunakan energi kotor batu bara.
 
Kedua, pembagian rice cooker juga tidak bisa menggantikan gas LPG 3 Kg. Alasannya, rice cooker hanya untuk menanak nasi, mengukus, dan memanaskan. Sedangkan memasak lauk dan lainnya masih menggunakan kompor gas dengan LPG 3 Kg.
 
"Dengan demikian, program pembagian rice cooker tidak efektif sama sekali dalam menggantikan LPG 3 Kg. Berhubung kedua tujuan itu mustahil dicapai, jangan-jangan tujuan pembagian rice cooker gratis hanya untuk membagikan cuan kepada perusahaan yang ditunjuk untuk pengadaan dan pembagian rice cooker gratis," ujar Fahmy dalam keterangan resmi, Minggu (8/10).
 
 
Dia juga menilai, berlakunya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2023 tentang Penyediaan Alat Memasak Berbasis Listrik bagi Rumah Tangga bersamaan dengan tahun politik, patut diduga "cuan" itu akan mengalir untuk pemenangan pilpres dan pileg.
 
"Kalau dugaan tersebut benar, maka Menteri ESDM harus didesak untuk membatalkan Permen pembagian rice cooker gratis. Jangan sampai dana APBN digunakan untuk bagi-bagi cuan kepada perusahaan yang berkedok pembagian rice cooker gratis,"  tandasnya.
 
Sebelumnya, Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyiapkan anggaran Rp 347,5 miliar untuk program peningkatan konsumsi listrik masyarakat melalui bantuan Alat Memasak berbasis Listrik (AML) atau rice cooker yang dicanangkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
 
Juru Bicara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yustinus Prastowo mengatakan anggaran tersebut akan digunakan untuk membagikan rice cooker kepada 500.000 masyarakat atau rumah tangga yang berhak.
 
 
"Anggaran yang disiapkan untuk program peningkatan konsumsi listrik masyarakat melalui AML sebesar Rp. 347,5 miliar untuk 500.000 rumah tangga," kata Prastowo saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (8/10).
 
Dia juga memastikan, bahwa anggaran tersebut sudah disetujui Kemenkeu dan bersumber dari Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2023.
 
"(Anggaran Rp 347,5 miliar) bersumber dari DIPA Kementerian ESDM TA 2023," jelas Prastowo.
 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore