alexametrics

Kejagung dan Bareskrim Kawal Tender TPPI Tuban

27 September 2020, 21:49:57 WIB

JawaPos.com – Upaya pemerintah Indonesia untuk menekan angka impor migas mulai menemui titik terang. Kabarnya, melalui salah satu anak usaha Pertamina, PT. Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), akan membangun pabrik petrokimia yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur.

Proyek dengan investasi senilai Rp50 triliun dengan sebutan TPPI Olefin Complex ini bakal memproduksi High Density Polyethylene (HDPE) sebanyak 700.000 ton per tahun, Low Density Polyethylene (LDPE) sebanyak 300.000 ton per tahun, dan Polipropilena (PP) 600.000 ton per tahun.

Merespons hal itu, pengamat Kebijakan Publik, Miftahul Adib menilai bahwa proyek ini untuk mewujudkan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menekan defisit migas. “Pertamina saat ini sepertinya tengah berusaha mempercepat pelaksanaan pembangunan proyek tersebut,” kata Adib dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/9).

Namun, yang patut diapresiasi juga adalah, proyek ini mendapat pengawalan ketat dari Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI dan Bareskrim Polri. “Ini tentu bagian dari proses tender DBC Olefin TPPI Tuban dengan bersih dan transparan,” tegasnya.

Adapun tender tersebut sebelumnya diikuti oleh 4 (empat) konsorsium internasional. Diketahui, proses tender tersebut telah meloloskan 2 (dua) konsorsium sebagai penawar terbaik secara administratif, teknikal dan komersial, serta telah memenuhi kriteria yang dipersyaratkan terkait pengalaman dalam membangun konstruksi olefin plant sampai selesai dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, yaitu JO Hyundai Engineering Co., Ltd. dan Konsorsium Technip.

Untuk diketahui, TPPI merupakan anak usaha dari PT Tuban Petrochemical Industries (TPI) yang 95,9 persen sahamnya dimiliki pemerintah.

Pemerintah sendiri menargetkan dapat menghemat devisa hingga USD 1,2 miliar setara Rp16,8 triliun per tahun sejalan dengan meningkatnya kepemilikan pemerintah di saham PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) menjadi 80 persen.

Pertamina menargetkan Pembangunan proyek tersebut akan berlangsung selama tiga tahun, yakni akan dimulai pada Desember 2021, dan selanjutnya akan mulai berproduksi pada bulan April 2024.

Editor : Dimas Ryandi




Close Ads