
KEKURANGAN SDM: Partisipasi warga Malang di Bank Sampah Malang (BSM) masih minim.
JawaPos.com - Saat ini dunia dihadapkan pada ketegangan geopolitik di Ukraina yang juga berdampak signifikan pada agenda pemulihan ekonomi dalam negeri. Oleh karena itu, untuk dapat tetap memperkuat ekonomi, hubungan antar mitra perlu diperkuat.
"Kenaikan harga dan kelangkaan energi dan pangan mengharuskan setiap negara untuk mempersiapkan dan menerapkan kebijakan yang lebih baik agar dapat mengatasi tantangan yang ada secara efektif," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual, Minggu (17/4).
Dari sisi penanganan pandemi Covid-19, Indonesia saat ini memiliki tingkat rawat inap yang rendah serta lebih dari 140 juta penduduk telah divaksinasi lengkap. Sementara itu, pemerintah juga terus mendorong pemberian vaksinasi booster bagi masyarakat.
Lalu dari sisi pemulihan ekonomi, pertumbuhan ekonomi 2021 berhasil tumbuh positif sebesar 3,69 persen secara tahunan (yoy). Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan meningkat dalam kisaran 5,0 persen hingga 5,5 persen pada tahun ini.
Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh pertumbuhan positif pada konsumsi, aktivitas manufaktur, investasi, dan ekspor. Demikian pula dari sisi penawaran, hampir semua sektor tumbuh positif sebagai respon dari peningkatan permintaan.
Di bidang perdagangan, tahun 2021 Indonesia berhasil memperoleh surplus perdagangan sebesar USD 35,3 miliar, terutama dari siklus super komoditas unggulan. Foreign direct investment (FDI) juga tercatat berhasil mencapai sebesar USD 31,6 miliar, di mana sekitar USD 2,4 miliar berasal dari negara-negara anggota Uni Eropa.
"Indonesia juga membuat kemajuan dalam reformasi struktural dengan mengesahkan UU Cipta Kerja. Kebijakan itu meningkatkan kinerja perdagangan dan investasi meskipun ada kendala mobilitas karena undang-undang tersebut mendorong lebih banyak efisiensi dan kejelasan peraturan," tambahnya.
Selain pandemi dan ketegangan geopolitik, ancaman lain yang membayangi dan membahayakan planet bumi adalah perubahan iklim. Indonesia sangat berkomitmen untuk mengurangi emisi rumah kaca (GRK) sebanyak 29 persen melalui usaha sendiri atau 41 persen jika dengan dukungan internasional pada tahun 2030.
Targetnya adalah mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih awal. Oleh karena itu, penting bagi semua negara untuk menindaklanjuti Pakta Iklim Glasgow tahun lalu menuju COP27 di Sharm El Sheikh, Mesir pada tahun ini.
"Indonesia berupaya untuk membangun perdagangan dan investasi yang lebih kuat berdasarkan prinsip-prinsip berkelanjutan melalui model ekonomi hijau dan biru serta dengan keterlibatan dan kemitraan sektor swasta. Model kemitraan ini juga diterapkan dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur," ungkap Airlangga.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022