
President Director & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland dan Director & Chief Financial Officer Meylindawati di Kantor Pusat Manulife di Jakarta, Senin (31/5). (Istimewa)
JawaPos.com - Industri asuransi jiwa mendapatkan tantangan yang kian berat akibat pandemi virus Korona jenis baru (Covid-19). Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan, pertumbuhan industri asuransi jiwa pada Maret 2020 terkoreksi minus 13,8 persen (year on year), lebih rendah dari Desember 2019 yang sudah mengalami tekanan inus 0,38 persen.
Data OJK menunjukkan rasio solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) industri asuransi jiwa masih jauh di atas batas minimal yakni 120 persen. RBC asuransi jiwa per Maret 2020 sebesar 642,7 persen, lebih rendah dibandingkan posisi Desember 2019 sebesar 789 persen. Meski begitu, industri asuransi jiwa tetap berkomitmen melayani nasabah dan membayar klaim sesuai polis mereka.
Pengamat asuransi Maryoso Sumaryono mengatakan, pandemi Covid-19 ini benar-benar telah menjadi krisis multidimensi yang menghantam berbagai sektor, termasuk industri asuransi jiwa. Hal ini terjadi karena pandemi Covid-19 membuat orang kehilangan pendapatan sehingga daya beli tak ada.
"Namun asuransi jiwa seharusnya menjadi pilihan utama masyarakat. Apalagi sejak ada pandemi, kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi akan meningkat," ujarnya.
Pengamat asuransi Azuarini Diah menambahkan, pandemi Covid-19 membuat industri asuransi jiwa terkena dampak ganda. Yakni, penurunan premi dan hasil investasi."Tapi wabah Covid-19 juga telah menyadarkan masyarakat akan pentingnya proteksi asuransi karena mahalnya biaya rumah sakit. Masih ada celah bagi industri asuransi jiwa untuk meraih pendapatan premi di 2020," tukasnya.
Di tengah tantangan itu, Manulife Indonesia tetap optimistis bisa mencatat imbal hasil investasi yang sehat."Sisi keuangan kami yang solid menunjukkan kekuatan kunci atas distribusi perseroan yang beragam, dukungan tim agency yang berkualitas tinggi, kemitraan distribusi yang mapan, serta bisnis dana pensiun dan manajemen aset yang kuat," ujar Direktur dan CEO Manulife Indonesia Ryan Charland.
Setidaknya hal itu ditunjukkan dari kinerja 2019. Ekuitas Manulife tercatat tumbuh sebesar 25 persen menjadi Rp 14,4 triliun. Jumlah premi bisnis baru pada 2019 tumbuh sebesar 7 persen dari Rp 3,5 triliun menjadi Rp 3,8 triliun. Bahkan, penjualan produk investasi melonjak 20 persen menjadi Rp 2 triliun. Sedangkan, aset yang dikelola Manulife tumbuh sebesar 9 persen menjadi Rp 72 triliun pada 2019.
Hingga 8 Mei 2020, Manulife telah membayarkan klaim khusus Covid-19 sebesar Rp 4,6 miliar. Sedangkan, pembayaran klaim asuransi, nilai tunai penyerahan polis, anuitas, dan manfaat yang dibayarkan Manulife pada 2019 sebesar Rp 5,8 triliun. Jumlah tersebut sama dengan Rp 16 miliar per hari atau Rp 664 juta per jam.
Ryan menyebutkan, meski kinerja industri asuransi jiwa 2019 mengalami stagnasi akibat kondisi eksternal. Namun Manulife Indonesia malah membukukan pendapatan bersih sebesar Rp 12,7 triliun atau naik 11,4 persen dibanding 2018."Sedangkan, pendapatan bersih investasi 2019 tercatat sebesar Rp 3,1 triliun atau lebih tinggi dibandingkan 2018 yang sebesar Rp 1 triliun," terangnya.
Salah satu lini bisnisnya yakni Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) juga memperlihatkan kinerja yang kuat pada 2019. Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro mengatakan, dana kelolaan MAMI meningkat 10 persen menjadi Rp 74,8 triliun."Hanya dalam waktu setahun, lebih dari 90.900 investor baru telah menaruh kepercayaannya pada MAMI," ungkapnya.
Sementara itu, PT Astra Aviva Life (Astra Life) mengaku telah membayar klaim lebih dari Rp 1,5 miliar kepada nasabah yang terindikasi Covid-19 hingga 23 April 2020. Sedangkan PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia telah membayarkan klaim nasabah yang terindikasi Covid-19 hingga Rp 1,8 miliar.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
