Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Januari 2020 | 02.35 WIB

Prospek 2020, Industri AMDK Masih Andalkan Hari Raya untuk Tumbuh

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat. (Jawa Pos Photo) - Image

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat. (Jawa Pos Photo)

JawaPos.com - Pembangunan infrastruktur yang masif membuat para pengusaha air minum dalam kemasan (AMDK) yakin industrinya tumbuh 10 persen tahun ini. Sebab, distribusi produk ke seluruh pelosok Jawa jadi lebih mudah dan murah.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat mengatakan bahwa konsumen terbesar AMDK adalah masyarakat Jawa dan Bali. Kontribusinya sekitar 60 persen dengan dominasi Jabodetabek dan Jawa Timur (Jatim).

"Konsumsi di wilayah timur belum setinggi Jawa. Ini sangat disayangkan," tuturnya, Rabu (8/1).

Kendala tidak meratanya distribusi, menurut Rachmat, adalah pembangunan infrastruktur yang terlalu terkonsentrasi di darat. Sebaiknya, infrastruktur laut pun dibikin sebagus darat. Itu akan memperlancar distribusi sekaligus menekan biaya logistik.

"Dukungan infrastruktur di wilayah timur bisa menekan biaya sehingga harganya lebih bersaing. Tidak mahal," jelasnya.

Sepanjang 2019 lalu, industri AMDK tumbuh sekitar 9 persen. Saat itu target yang ditetapkan berkisar 10 persen. Artinya, target pertumbuhan tidak tercapai. Menurut Rachmat, itu merupakan dampak perlambatan ekonomi pada kuartal terakhir 2019. Daya beli masyarakat memang lesu.

"Karena itu, pengusaha berharap tahun ini kebijakan-kebijakan pemerintah bisa menggairahkan investasi," ucapnya.

Rachmat menjelaskan, industri AMDK masih menghadapi sejumlah tantangan tahun ini. Antara lain, pengembangan investasi baru, ekspansi, dan sumber air yang baru. Itu, menurut dia, berkaitan erat dengan masalah perizinan dari pemerintah setempat.

Aspadin berharap para stakeholder bisa mempermudah regulasi soal penggunaan sumber daya air. Semua dilakukan demi meningkatkan penjualan AMDK.

"Sejauh ini memang kendalanya pada perizinan yang kurang lancar. Tahun ini kami berharap regulasinya bisa lebih kondusif demi cepatnya laju investasi AMDK," ungkapnya.

Kendati demikian, dia optimistis industri AMDK tahun ini lebih baik daripada tahun lalu. Ramadan serta Natal dan tahun baru masih menjadi momen andalan untuk menggenjot penjualan. "Biasanya ketika dua momen hari besar keagamaan itu, konsumsi air minum meningkat," katanya.

 

KINERJA AMDK 2019

Pertumbuhan penjuala: 9 persen

Produksi AMDK: 30 miliar liter air

Konsumen terbesar: Jawa dan Bali

Tantangan: Perizinan investasi

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore