
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat. (Jawa Pos Photo)
JawaPos.com - Pembangunan infrastruktur yang masif membuat para pengusaha air minum dalam kemasan (AMDK) yakin industrinya tumbuh 10 persen tahun ini. Sebab, distribusi produk ke seluruh pelosok Jawa jadi lebih mudah dan murah.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat mengatakan bahwa konsumen terbesar AMDK adalah masyarakat Jawa dan Bali. Kontribusinya sekitar 60 persen dengan dominasi Jabodetabek dan Jawa Timur (Jatim).
"Konsumsi di wilayah timur belum setinggi Jawa. Ini sangat disayangkan," tuturnya, Rabu (8/1).
Kendala tidak meratanya distribusi, menurut Rachmat, adalah pembangunan infrastruktur yang terlalu terkonsentrasi di darat. Sebaiknya, infrastruktur laut pun dibikin sebagus darat. Itu akan memperlancar distribusi sekaligus menekan biaya logistik.
"Dukungan infrastruktur di wilayah timur bisa menekan biaya sehingga harganya lebih bersaing. Tidak mahal," jelasnya.
Sepanjang 2019 lalu, industri AMDK tumbuh sekitar 9 persen. Saat itu target yang ditetapkan berkisar 10 persen. Artinya, target pertumbuhan tidak tercapai. Menurut Rachmat, itu merupakan dampak perlambatan ekonomi pada kuartal terakhir 2019. Daya beli masyarakat memang lesu.
"Karena itu, pengusaha berharap tahun ini kebijakan-kebijakan pemerintah bisa menggairahkan investasi," ucapnya.
Rachmat menjelaskan, industri AMDK masih menghadapi sejumlah tantangan tahun ini. Antara lain, pengembangan investasi baru, ekspansi, dan sumber air yang baru. Itu, menurut dia, berkaitan erat dengan masalah perizinan dari pemerintah setempat.
Aspadin berharap para stakeholder bisa mempermudah regulasi soal penggunaan sumber daya air. Semua dilakukan demi meningkatkan penjualan AMDK.
"Sejauh ini memang kendalanya pada perizinan yang kurang lancar. Tahun ini kami berharap regulasinya bisa lebih kondusif demi cepatnya laju investasi AMDK," ungkapnya.
Kendati demikian, dia optimistis industri AMDK tahun ini lebih baik daripada tahun lalu. Ramadan serta Natal dan tahun baru masih menjadi momen andalan untuk menggenjot penjualan. "Biasanya ketika dua momen hari besar keagamaan itu, konsumsi air minum meningkat," katanya.
KINERJA AMDK 2019
Pertumbuhan penjuala: 9 persen
Produksi AMDK: 30 miliar liter air
Konsumen terbesar: Jawa dan Bali
Tantangan: Perizinan investasi

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
