
Ilustrasi AMDK
JawaPos.com – Industri air minum dalam kemasan (AMDK) kembali menjadi sorotan, terutama terkait isu keberlanjutan dan persepsi publik yang kerap menilai sektor ini sebagai industri ekstraktif.
Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) menegaskan pentingnya penguatan praktik ramah lingkungan serta kolaborasi dengan pemerintah.
Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo, menyebut industri AMDK tengah berupaya mengintegrasikan prinsip ekonomi sirkular dalam operasionalnya. "Kami ingin memberikan jawaban yang konkrit bahwa industri ini merupakan leading untuk ekonomi sirkular dan keberlanjutan," ujarnya.
Menurutnya, tantangan utama bukan hanya pada implementasi praktik berkelanjutan, tetapi juga pada persepsi publik yang masih negatif terhadap industri tersebut. Pihaknya pun menjalin komunikasi dengan DPR, khususnya Komisi VII, untuk merespons kritik yang berkembang di masyarakat.
"Sehingga kami bisa dipersepsikan sebaliknya, nggak selalu dibilang kurang memberikan kontribusi ke masyarakat atau ekonomi nasional. Artinya persepsi ini bisa terjawab," kata Karyanto.
Di sisi lain, pemerintah mencatat kontribusi ekonomi industri ini cukup signifikan. Kementerian Perindustrian menyebut sektor AMDK telah menyerap lebih dari 46 ribu tenaga kerja dengan nilai investasi mencapai Rp27,8 triliun.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merijanti Punguan Pintaria, menilai industri perlu lebih terbuka dalam menunjukkan praktik keberlanjutan yang telah dilakukan.
"Karena ada di luar sana beredar bahwa industri hanya cari profit. Katanya jual air kaya, cuma ngambil air lalu dikemas dan dijual dapat untung. Padahal ada banyak hal yang harus dilakukan dalam upaya melakukan proses bisnis AMDK," ujar Merijanti.
Pemerintah juga mendorong pelaku industri untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan kegiatan keberlanjutan secara lebih transparan, sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
