Fasilitas JMTC Jasa Marga. (Jasa Marga)
JawaPos.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat integrasi dan pertukaran data statistik. Langkah ini guna menunjang analisis bisnis, pengembangan sistem informasi, serta pemahaman mengenai kontribusi sektor transportasi terhadap perekonomian.
Kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan oleh Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan, perusahaan membutuhkan data akurat, terintegrasi, dan mutakhir dalam menjalankan bisnis. Sehingga pengambilan keputusan berjalan maksimal.
"Kolaborasi dengan BPS menjadi langkah strategis bagi Jasa Marga untuk memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Informasi statistik yang akurat dan terintegrasi dapat membantu kami memahami perkembangan ekonomi wilayah, pergerakan sektor transportasi, serta keterkaitannya dengan aktivitas logistik dan operasional jalan tol," kata Rivan, Sabtu (7/11).
Dengan demikian, data yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung perencanaan dan creating traffic dalam meningkatkan jumlah transaksi di jalan tol.
Melalui MoU ini, kedua institusi akan mengembangkan mekanisme integrasi dan pertukaran data serta informasi melalui Application Programming Interface (API) dengan memanfaatkan platform masing-masing pihak. Kerja sama juga mencakup pengembangan sistem integrasi data serta pemantauan dan evaluasi bersama secara berkala untuk memastikan proses pertukaran data berjalan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Kerja sama ini juga ditargetkan bisa membantu analisis data lalu lintas di JMTC. Dengan begitu bisa tergambar pola mobilitas masyarakat dan pergerakan barang serta keterkaitannya dengan aktivitas ekonomi wilayah.
"Hasil analisis tersebut akan menjadi masukan bagi Jasa Marga dalam meningkatkan akurasi prediksi lalu lintas, merencanakan kesiapan operasional jalan tol, serta mengembangkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna jalan,” imbuh Rivan.
Sementata, Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, di era kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan big data, data lalu lintas jalan tol yang dihimpun Jasa Marga setiap hari memiliki potensi besar untuk memperkuat kualitas data statistik, khususnya dalam mengukur aktivitas sektor transportasi dan kontribusinya terhadap perekonomian. Selain itu, data lalu lintas jalan tol juga dapat digunakan untuk membaca aktivitas ekonomi antarwilayah.
“Jalan tol berperan penting dalam sebagai pengungkit aktivitas ekonomi yang setiap triwulan kami ukur. Aktivitas ekonomi ini kami ukur dari semua wilayah yang akhirnya berujung pada pertumbuhan ekonomi. Tentunya karena kita tahu jalan tol ini menggerak konektivitas dan pertumbuhan ekonomi, data yang kami kumpulkan menjadi sangat kritikal dan urgent,” kata Amalia.