Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Oktober 2026 | 16.56 WIB

MSCI Usulkan Indonesia Jadi Standalone Market, IHSG Langsung Tersungkur

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diberhentikan atau trading halt pada Jumat (16/10) pagi, setelah tersungkur hingga 8,01 persen ke level 5.393,92.

Adapun, semua sektor mengalami tekanan pada perdagangan hari ini. Sektor mineral mengalami tekanan terdalam hingga turun sebesar 13,09 persen, Energi sebesar 13,52 persen, Industrial 13,40 persen, infrastruktur 13,11 persen.

Sejumlah saham perbankan besar di Indonesia juga tercatat mengalami tekanan yang cukup signifikan. Seperti yang terjadi pada PT Bank Central Asia (BBCA) melemah hingga 14,81 persen ke level 5,175, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tertekan sebesar 10,97 persen ke level 2,760, dan PT Bank Mandiri (BMRI) melemah sebesar 8,04 persen ke level 3,640.

Anjloknya IHSG terjadi setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka peluang untuk mengubah klasifikasi pasar saham di Indonesia dari Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market atau pasar mandiri.

Dalam pengumumannya, MSCI menyatakan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kekhawatiran pelaku pasar terhadap kelayakan investasi di pasar saham Indonesia. Sejumlah persoalan yang menjadi sorotan antara lain ketidakjelasan struktur kepemilikan saham dan dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

“MSCI akan mengumumkan keputusan final paling lambat pada akhir Juni 2027 dan dapat memberikan pembaruan sementara mengenai tanggapan pelaku pasar selama periode konsultasi,” tulis MSCI dikutip pada Jumat (16/10). MSCI menjelaskan, dalam Tinjauan Klasifikasi Pasar Juni 2026, pelaku pasar telah menyampaikan kekhawatiran signifikan mengenai kondisi pasar saham Indonesia.

Meski otoritas Indonesia telah mengumumkan sejumlah reformasi, investor institusional menilai implementasi kebijakan tersebut perlu dilakukan secara konsisten.

Editor: Diar Candra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore