Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Djati Waluyo
Senin, 19 Oktober 2026 | 03.39 WIB

IHSG Ambruk, OJK Undang Analis hingga Financial Influencer Bahas Kondisi Pasar Modal

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organizations (SRO) Pasar Modal mengundang sejumlah pelaku pasar modal termasuk para analis, ekonom, dan financial influencer (finfluencer). (dok. OJK) - Image

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organizations (SRO) Pasar Modal mengundang sejumlah pelaku pasar modal termasuk para analis, ekonom, dan financial influencer (finfluencer). (dok. OJK)

JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organizations (SRO) Pasar Modal mengundang sejumlah pelaku pasar modal termasuk para analis, ekonom, dan financial influencer (finfluencer) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Minggu 18 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut terjadi usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis laporan terbaru yang membuka peluang Indonesia turun dari status sebagai pasar negara berkembang atau emerging market menjadi pasar mandiri atau standalone market.

Laporan MSCI langsung berimbas negatif pada perdagangan Jumat (16/10) dan membuat IHSG dibuka melemah 8,01 persen ke level 5.393,92 pada perdagangan Jumat pagi.

Penurunan tersebut melampaui ambang batas yang memicu penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt selama 30 menit.

Tekanan berlanjut dan membuat IHSG tercatat merosot 10,75 persen atau kehilangan 630,77 poin ke level 5.223. Pelemahan tersebut menjadi salah satu penurunan harian terdalam dalam sejarah pasar saham Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pertemuan dilaksanakan untuk menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan di pasar modal belakangan ini.  

Selain itu, pertemuan juga dilakukan untuk mendapatkan masukan dan pandangan para pemangku kepentingan di Pasar Modal sebagai upaya untuk semakin memperkuat integritas dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Ia mengatakan, pentingnya dialog yang terbuka dan konstruktif antara regulator dan pelaku pasar guna mengidentifikasi berbagai masukan serta aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian dalam menjaga kepercayaan dan memperkuat pasar modal Indonesia.

“Regulator tidak hanya hadir untuk menyampaikan kebijakan kepada pelaku pasar. Kami justru ingin mendengar masukan dan pandangan secara terbuka, termasuk berbagai hal yang mungkin belum kami ketahui. Masukan tersebut penting untuk memperkuat langkah kita bersama dalam mengembangkan dan memperkuat pasar modal dalam negeri,” ujar Friderica dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (18/10).

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore