
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organizations (SRO) Pasar Modal mengundang sejumlah pelaku pasar modal termasuk para analis, ekonom, dan financial influencer (finfluencer). (dok. OJK)
JawaPos.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organizations (SRO) Pasar Modal mengundang sejumlah pelaku pasar modal termasuk para analis, ekonom, dan financial influencer (finfluencer) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Minggu 18 Oktober 2026.
Pertemuan tersebut terjadi usai Morgan Stanley Capital International (MSCI) merilis laporan terbaru yang membuka peluang Indonesia turun dari status sebagai pasar negara berkembang atau emerging market menjadi pasar mandiri atau standalone market.
Laporan MSCI langsung berimbas negatif pada perdagangan Jumat (16/10) dan membuat IHSG dibuka melemah 8,01 persen ke level 5.393,92 pada perdagangan Jumat pagi.
Penurunan tersebut melampaui ambang batas yang memicu penghentian sementara perdagangan saham atau trading halt selama 30 menit.
Tekanan berlanjut dan membuat IHSG tercatat merosot 10,75 persen atau kehilangan 630,77 poin ke level 5.223. Pelemahan tersebut menjadi salah satu penurunan harian terdalam dalam sejarah pasar saham Indonesia.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan pertemuan dilaksanakan untuk menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan di pasar modal belakangan ini.
Selain itu, pertemuan juga dilakukan untuk mendapatkan masukan dan pandangan para pemangku kepentingan di Pasar Modal sebagai upaya untuk semakin memperkuat integritas dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Ia mengatakan, pentingnya dialog yang terbuka dan konstruktif antara regulator dan pelaku pasar guna mengidentifikasi berbagai masukan serta aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian dalam menjaga kepercayaan dan memperkuat pasar modal Indonesia.
“Regulator tidak hanya hadir untuk menyampaikan kebijakan kepada pelaku pasar. Kami justru ingin mendengar masukan dan pandangan secara terbuka, termasuk berbagai hal yang mungkin belum kami ketahui. Masukan tersebut penting untuk memperkuat langkah kita bersama dalam mengembangkan dan memperkuat pasar modal dalam negeri,” ujar Friderica dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (18/10).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022