Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan paparan pada konferensi pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester 2 Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah terus mengoptimalkan berbagai perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) untuk memperluas jangkauan pasar internasional bagi produk Indonesia. Hal itu dilakukan melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan memprioritaskan pemanfaatan tiga kesepakatan dagang baru.
Adapun, kesepakatan yang akan segera diimplementasikan, yakni Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-CA CEPA), dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Airlangga menegaskan, pemerintah tidak ingin manfaat perjanjian perdagangan hanya sebatas pemberian akses preferensial ke pasar negara mitra. Lebih dari itu, kesepakatan tersebut harus mampu mendorong peningkatan pemanfaatan fasilitas perdagangan oleh eksportir nasional.
“Sejumlah perjanjian perdagangan memberikan peluang untuk memperluas pasar melalui penurunan atau penghapusan tarif, peningkatan kepastian akses pasar, serta pembukaan peluang perdagangan pada produk yang sebelumnya menghadapi tarif relatif tinggi,” kata Airlangga, Rabu (14/10).
Sejumlah analisis memperkirakan implementasi perjanjian tersebut dapat memberikan tambahan nilai ekspor yang signifikan bagi Indonesia. I-EU CEPA berpotensi meningkatkan ekspor hingga USD 10,9 miliar, sedangkan I-CA CEPA diperkirakan mampu mendorong ekspor sekitar USD 1,6 miliar. Sementara itu, I-EAEU FTA berpeluang meningkatkan ekspor Indonesia sebesar USD 2,2 miliar hingga USD 2,89 miliar.
Potensi tersebut menunjukkan bahwa manfaat kesepakatan perdagangan tidak hanya berasal dari penurunan tarif bea masuk. Perjanjian itu juga membuka kesempatan bagi Indonesia untuk memperluas penjualan produk yang memiliki kapasitas produksi memadai dan permintaan potensial di pasar negara mitra.
Airlangga menyebut, hasil Export Potential Analysis menunjukkan adanya sejumlah komoditas Indonesia yang masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan penetrasi pasar internasional. Peluang tersebut diidentifikasi melalui export gap, yakni selisih antara nilai ekspor yang telah terealisasi dan potensi ekspor yang masih dapat dicapai di negara tujuan.
Di pasar Uni Eropa, negara-negara anggota EFTA, dan Inggris, komoditas yang dinilai memiliki prospek ekspor antara lain kelapa sawit beserta produk turunannya, kendaraan bermotor, kopi, kakao, karet dan produk olahannya, besi dan baja, kayu olahan, serta produk perikanan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022