Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Oktober 2026 | 04.48 WIB

Pemerintah Bidik Lonjakan Ekspor RI Lewat Tiga Perjanjian Dagang Baru

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan paparan pada konferensi pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester 2 Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah terus mengoptimalkan berbagai perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) untuk memperluas jangkauan pasar internasional bagi produk Indonesia. Hal itu dilakukan melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan memprioritaskan pemanfaatan tiga kesepakatan dagang baru.

Adapun, kesepakatan yang akan segera diimplementasikan, yakni Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA), Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-CA CEPA), dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Airlangga menegaskan, pemerintah tidak ingin manfaat perjanjian perdagangan hanya sebatas pemberian akses preferensial ke pasar negara mitra. Lebih dari itu, kesepakatan tersebut harus mampu mendorong peningkatan pemanfaatan fasilitas perdagangan oleh eksportir nasional.

“Sejumlah perjanjian perdagangan memberikan peluang untuk memperluas pasar melalui penurunan atau penghapusan tarif, peningkatan kepastian akses pasar, serta pembukaan peluang perdagangan pada produk yang sebelumnya menghadapi tarif relatif tinggi,” kata Airlangga, Rabu (14/10).

Sejumlah analisis memperkirakan implementasi perjanjian tersebut dapat memberikan tambahan nilai ekspor yang signifikan bagi Indonesia. I-EU CEPA berpotensi meningkatkan ekspor hingga USD 10,9 miliar, sedangkan I-CA CEPA diperkirakan mampu mendorong ekspor sekitar USD 1,6 miliar. Sementara itu, I-EAEU FTA berpeluang meningkatkan ekspor Indonesia sebesar USD 2,2 miliar hingga USD 2,89 miliar.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa manfaat kesepakatan perdagangan tidak hanya berasal dari penurunan tarif bea masuk. Perjanjian itu juga membuka kesempatan bagi Indonesia untuk memperluas penjualan produk yang memiliki kapasitas produksi memadai dan permintaan potensial di pasar negara mitra.

Airlangga menyebut, hasil Export Potential Analysis menunjukkan adanya sejumlah komoditas Indonesia yang masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan penetrasi pasar internasional. Peluang tersebut diidentifikasi melalui export gap, yakni selisih antara nilai ekspor yang telah terealisasi dan potensi ekspor yang masih dapat dicapai di negara tujuan.

Di pasar Uni Eropa, negara-negara anggota EFTA, dan Inggris, komoditas yang dinilai memiliki prospek ekspor antara lain kelapa sawit beserta produk turunannya, kendaraan bermotor, kopi, kakao, karet dan produk olahannya, besi dan baja, kayu olahan, serta produk perikanan.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore