Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Oktober 2026 | 03.31 WIB

Melihat Kearifan Lokal Bekerja untuk Ketahanan Pangan, 'Ngaseuk' Padi Huma Masyarakat Adat Badui

Ratusan petani Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, mulai melaksanakan "ngaseuk" atau menanam padi huma secara serentak. (ANTARA) - Image

Ratusan petani Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, mulai melaksanakan "ngaseuk" atau menanam padi huma secara serentak. (ANTARA)

JawaPos.com - Ratusan petani Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, mulai melaksanakan "ngaseuk" atau menanam padi huma secara serentak di ladang-ladang sesuai kalender adat untuk memenuhi kebutuhan pangan dan pendapatan ekonomi.

‎"Kami berharap menanam padi huma tumbuh subur dan bisa dipanen April 2027," kata Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak Jaro Oom di Lebak, Minggu (4/10).

‎Gerakan penanaman padi huma secara serentak itu dilaksanakan di Tanggungan Anyar Palima dengan melibatkan sekitar 300 petani Badui. 

‎Masyarakat Badui melaksanakan "mengaseuk" dengan gotong royong, menjadikannya sebagai budaya untuk saling membantu saat bercocok tanam, mengingat penyelesaian pekerjaan tersebut akan memakan waktu lama jika dilakukan sendiri. 

‎Saat ini, ia mengatakan jumlah penduduk Badui tercatat 11.620 jiwa dan terdiri dari 5.870 laki-aki dan 5.570 perempuan. Masyarakat Badui menggantungkan kehidupannya terutama dari sektor pertanian ladang. 

‎Setelah tanam padi huma, menurut dia, masyarakat di sana juga menanam pisang, jagung dan aneka sayuran, termasuk tanaman cabai dan tanaman keras, seperti Albasia.

‎Penanaman dengan sistem tumpang sari dalam satu kawasan itu bisa memberikan pendapatan ekonomi lebih besar bagi mereka. Usia panen berbagai tanaman tersebut bervariasi ada yang tiga bulan, enam bulan, 12 bulan hingga lima tahun sekali. 

‎"Kami turun temurun menanam padi huma , hortikultura dan palawija di lahan darat tidak menggunakan pupuk kimia," kata Jaro Oom.

‎Menurut dia, lahan yang dijadikan gerakan perdana ngaseuk kali ini mencapai 1 hektare dan hanya dikerjakan dalam waktu selama 4 jam.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore