Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 18.27 WIB

BEI: Harga Saham Rp 1 Tak Berkontribusi Signifikan ke Koreksi IHSG

Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). Pekerja berdiri di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan, implementasi harga saham terendah dari semula Rp 50 menjadi Rp 1, tidak berkontribusi signifikan terhadap koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Untuk melengkapi informasi saat doorstop kemarin Senin (28/9/2026), bahwa bobot saham saham Rp 50 tidak berkontribusi signifikan pada pergerakan IHSG kemarin," ujar Jeffrey, dikutip Rabu (30/9).

Jeffrey menjelaskan terdapat sebanyak 26 saham dengan harga Rp 50 dengan total bobot terhadap IHSG sebesar 1,91 persen per 25 September 2026.

"Saham tersebut mengalami penurunan antara 8-14 persen pada Senin, 28 September 2026, yang berkontribusi terhadap penurunan sekitar minus 0,27 persen atau minus 16,707 poin," ujar Jeffrey.

Seiring dengan itu, Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengungkapkan terdapat sebanyak 34 saham dari 164 saham dengan harga Rp 50-100 pada 25 September 2026, yang mengalami penurunan harga menjadi di bawah Rp 50.

"Terdapat 34 dari 164 saham dengan harga Rp 50-100 pada 25 September 2026, yang mengalami penurunan harga di bawah Rp 50," ujar Iding.

Pada Senin (28/9), BEI resmi mengimplementasikan harga saham terendah dari semula Rp 50 menjadi Rp 1, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan menghadirkan mekanisme pembentukan harga (price discovery) yang lebih baik, khususnya terhadap saham yang selama ini stagnan berada di level Rp 50 dan tidak memiliki likuiditas.

"Kami harapkan ini akan meningkatkan likuiditas dan menghadirkan price discovery yang lebih baik atas saham-saham yang selama ini memang sudah lama ada di harga Rp 50 dan tidak ada likuiditas," ujar Jeffrey.

Data penutupan perdagangan Selasa sore, IHSG ditutup melemah 26,16 poin atau 0,43 persen ke posisi 6.121,70. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,65 poin atau 0,60 persen ke posisi 608,16.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore