Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2026 | 17.23 WIB

Tokyo Masuk Zona Bahaya Gelembung Properti, Harga Rumah Makin Tak Terjangkau

Foto arsip yang diambil dari helikopter Kyodo News pada 13 Desember 2025 memperlihatkan Menara Tokyo (Tokyo Tower) dan deretan gedung pencakar langit di pusat Kota Tokyo, Jepang. (Kyodo) - Image

Foto arsip yang diambil dari helikopter Kyodo News pada 13 Desember 2025 memperlihatkan Menara Tokyo (Tokyo Tower) dan deretan gedung pencakar langit di pusat Kota Tokyo, Jepang. (Kyodo)

JawaPos.com - Tokyo menempati peringkat kedua kota dengan risiko gelembung properti tertinggi di dunia setelah Zurich, Swiss. Harga apartemen seluas 60 meter persegi di dekat pusat Tokyo kini bahkan lebih tinggi dibandingkan pendapatan selama 10 tahun pekerja jasa terampil rata-rata.

Dilansir dari Kyodo, Selasa (29/9), temuan tersebut tercantum dalam UBS Global Real Estate Bubble Index terbaru yang dirilis bank asal Swiss UBS pada pertengahan September. Tokyo dan Zurich menjadi dua kota yang dinilai memiliki risiko tinggi mengalami koreksi harga properti secara signifikan.

Dubai, Seoul, Jenewa dan Lisbon berada satu tingkat di bawahnya dalam kategori risiko meningkat. Miami, yang tahun lalu menempati peringkat tertinggi, juga masuk dalam kategori tersebut.

Di kawasan Asia-Pasifik, Sydney, Hong Kong dan Singapura menjadi tiga kota yang dinilai memiliki risiko moderat.

Menurut UBS, permintaan properti di Tokyo masih ditopang oleh meningkatnya daya beli rumah tangga, migrasi internasional, serta investor asing yang memburu apartemen premium.

Namun, kenaikan harga rumah membuat sebagian warga Tokyo mulai bergeser ke kawasan pinggiran kota dan memilih hunian sewa.

Harga Rumah Makin Jauh dari Pendapatan

Laporan UBS mencatat harga properti di banyak kota mulai semakin tidak sebanding dengan pendapatan masyarakat setempat. Kondisi tersebut membuat kepemilikan rumah sulit dijangkau, terutama di Hong Kong yang menjadi pasar paling tidak terjangkau dalam survei.

Harga rumah di Hong Kong kembali melonjak sejak pertengahan 2025. Kenaikan tersebut antara lain didorong suku bunga kredit yang lebih rendah dan meningkatnya permintaan seiring para profesional dari Tiongkok daratan berpindah ke Hong Kong.

Harga rumah seluas 60 meter persegi di Hong Kong kini setara dengan sekitar 15 tahun pendapatan pekerja jasa terampil rata-rata.

Rasio harga rumah terhadap pendapatan juga telah melampaui 10 tahun di Tokyo, Seoul, Singapura dan sejumlah kota lainnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore