
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) mengembangkan gagasan MBG-JICA Pilot untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan shokuiku dalam memperkaya pengalaman Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Dok.BGN).
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) mengembangkan gagasan MBG-JICA Pilot untuk mengeksplorasi penerapan metode shokuiku dalam memperkaya pengalaman Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pendekatan tersebut mengadaptasi pengalaman Jepang dalam mengintegrasikan pendidikan pangan dan gizi dengan penyelenggaraan makan sekolah.
Di Jepang, shokuiku dikembangkan sebagai pendidikan pangan dan gizi yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktis siswa dalam mengenal makanan dan gizi.
Baca Juga:Harga Minyak Dunia Menguat Selasa Ini, Tertekan Konflik AS-Iran dan Ketegangan Selat Hormuz
Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, mengatakan pembelajaran dari Jepang dapat menjadi salah satu referensi untuk memperkaya pengalaman siswa dalam pelaksanaan MBG.
“Melalui kerja sama ini, kami melihat bagaimana pendekatan shokuiku dapat memperkaya pengalaman anak dalam mengikuti program makan di sekolah. Jadi, makanan bukan hanya diterima dan dikonsumsi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses belajar mengenai pangan, gizi, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaannya,” ujar Prima, belum lama ini, dikutip Selasa (29/9).
Dalam rancangan MBG-JICA Pilot, terdapat sejumlah area yang menjadi perhatian untuk dikaji. Di antaranya adalah pengurangan sampah dan sisa makanan, peningkatan proses pengiriman dan penyajian makanan, penguatan keterlibatan siswa dalam kegiatan makan di sekolah, serta pendidikan pangan dan gizi.
Pilot tersebut dirancang melalui dua komponen yang saling melengkapi, yakni Shokkan Trial di tingkat SPPG dan kegiatan Shokuiku di tingkat sekolah.
Melalui Shokkan Trial, pembelajaran diarahkan pada pengalaman di tingkat penyediaan layanan makanan, sedangkan Shokuiku Activities di sekolah memberikan ruang untuk memperkuat pengalaman siswa dalam memahami makanan dan gizi.
Menurut Prima, kedua pendekatan tersebut dapat memberikan perspektif yang lebih menyeluruh karena menghubungkan proses penyediaan makanan dengan pengalaman siswa sebagai penerima manfaat.
“Kami ingin melihat keterhubungan antara apa yang terjadi di tingkat SPPG dengan pengalaman anak ketika menerima dan mengonsumsi makanan di sekolah. Dari sana, kita dapat mempelajari aspek mana yang dapat mendukung peningkatan kualitas layanan sekaligus memperkuat edukasi pangan dan gizi,” kata Prima.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022