Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 September 2026 | 14.36 WIB

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp 17.950, Tertekan Konflik Timur Tengah dan Harga Minyak

Teller menunjukan mata uang Dolar AS dan Rupiah. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Teller menunjukan mata uang Dolar AS dan Rupiah. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan akan melemah pada perdagangan Selasa (29/9), setelah sebelummya ditutup melemah 75 poin menjadi Rp 17.978 per dollar AS pada perdagangan Senin (28/9).

Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen luar dan dalam negeri.

"Untuk perdagangan (29/9) mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.900 - Rp 17.950,” ujar Ibrahim keterangan yang diterima, Selasa (28/9).

Ibrahim mengatakan, sentimen eksternal masih menjadi perhatian pasar, terutama perkembangan hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, arah kebijakan moneter bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed), serta perkembangan harga energi global.

Situasi Selat Hormuz memanas, setelah delapan anggota Korps Marinir Amerika Serikat (AS) terluka setelah sebuah rudal jelajah antikapal Iran menghantam kapal yang mereka operasikan di Selat Hormuz.

Serangan ini terungkap dari laporan NBC News pada hari Minggu, yang mengutip tiga pejabat Amerika. Para anggota Korps Marinir tersebut tidak mengalami luka serius. Namun, mereka dilaporkan mengalami gangguan akibat menghirup asap serta kemungkinan cedera otak traumatis setelah mengalami gejala seperti gegar otak, termasuk sakit kepala.

“Menambah kekhawatiran terkait pasokan, pasukan Houthi yang didukung Iran di Yaman juga telah meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal komersial di Laut Merah,” ujarnya.

Pada hari Sabtu, Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua rudal balistik dan dua pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh kelompok Houthi; peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah mereka mencegat enam rudal yang ditujukan ke arah Taif dan wilayah Yanbu.

Ibrahim mengatakan, harga minyak dunia yang bertahan di atas USD 90 per barel meningkatkan risiko terhadap perekonomian Indonesia. dampak kenaikan harga minyak terhadap Indonesia terutama terlihat melalui tiga jalur, yakni inflasi, fiskal, dan keseimbangan eksternal.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore