
Ilustrasi kopdes merah putih. (Radar Jombang)
JawaPos.com - Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) tidak semata-mata berdasarkan kedekatan dengan domisili. Pemerintah menggunakan sistem pencocokan khusus dengan mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari asal domisili, kondisi keluarga, hingga kesiapan titik KDKMP di berbagai daerah.
"Kami memahami bahwa penempatan jauh dari domisili bukan hal yang mudah. Namun jarak penempatan mempertimbangkan multi aspek dari asal domisili, keluarga dan anak, jenis kelamin, nilai dan kognitif," tulis akun instagram @simkopdes dikutip Senin (28/9).
Pemerintah menyebut penempatan manajer ditentukan dengan mencocokkan berbagai aspek tersebut dengan ketersediaan titik KDKMP di seluruh Indonesia.
Sistem penempatan yang digunakan disebut Hungarian Bipartite Matchmaking Method. Melalui metode tersebut, sistem mencari kombinasi penempatan terbaik secara keseluruhan dengan mempertimbangkan kedekatan domisili, kesiapan bangunan KDKMP, ketersediaan kuota, serta keseimbangan kebutuhan antardaerah.
"Karena setiap titik hanya dapat diisi sesuai kuotanya, titik terdekat tidak selalu tersedia untuk semua orang," jelas pemerintah.
Penempatan dilakukan melalui beberapa tahapan. Pada tahap awal, sistem langsung memasangkan manajer dengan KDKMP yang berada di desa.
Selanjutnya, pada tahap pertama, sistem memprioritaskan bangunan KDKMP yang telah selesai 100 persen. Kemudian pada tahap kedua, apabila titik siap operasional di wilayah asal telah penuh atau memang tidak tersedia, sementara wilayah lain masih membutuhkan manajer, penempatan dilakukan ke wilayah lain.
"Setelah seluruh titik yang selesai terisi, sistem melanjutkan penempatan berdasarkan progres pembangunan tertinggi," tulis @simkopdes.
Dalam laporan Simkopdes, mayoritas manajer KDKMP diklaim tetap ditempatkan di wilayah yang relatif dekat dengan domisilinya.
Dari 28.620 Manajer KDKMP yang telah ditempatkan, sebanyak 55,69 persen berada dalam jarak maksimal 10 kilometer dari domisili. Sementara 71,91 persen berada dalam jarak maksimal 50 kilometer.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022