
SPKS mendorong DSI memperkuat transparansi ekspor sawit dan memastikan kebijakan satu pintu tidak menekan harga TBS petani. (Istimewa)
JawaPos.com - Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) mendorong PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk memprioritaskan penguatan tata kelola perdagangan sawit melalui transparansi transaksi ekspor, integrasi data, dan optimalisasi penerimaan negara. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perekonomian nasional sekaligus melindungi harga tandan buah segar (TBS) dan kesejahteraan petani sawit.
Dorongan tersebut menjadi salah satu tuntutan SPKS dalam aksi memperingati Hari Tani Nasional di Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Direktur Advokasi dan Hukum SPKS, Marselinus Andri, menyampaikan bahwa kebijakan ekspor satu pintu diharapkan dapat berfokus pada penguatan tata kelola perdagangan, peningkatan penerimaan negara, serta transparansi transaksi ekspor untuk mencegah praktik under-invoicing dan transfer pricing, dengan tetap memperhatikan perlindungan harga TBS dan kesejahteraan petani sawit.
"Harapan kami, DSI dapat menjadi instrumen penguatan tata kelola ekspor yang transparan dan akuntabel. Melalui integrasi data dan pengawasan transaksi yang lebih baik, penerimaan negara dapat dioptimalkan tanpa menambah beban biaya yang berpotensi memengaruhi harga TBS di tingkat petani," ujar Andre dalam pernyataannya, Sabtu (26/10).
Menurut Andri, transparansi merupakan aspek penting dalam penerapan kebijakan ekspor satu pintu. Karena itu, SPKS mendorong keterbukaan mekanisme pembentukan harga jual ekspor, harga referensi, komponen biaya, margin, serta volume dan nilai transaksi perdagangan sawit.
Keterbukaan tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan sekaligus memastikan hubungan antara harga ekspor CPO dan harga TBS yang diterima petani berlangsung secara transparan dan berkeadilan.
SPKS juga berharap DSI dapat mengoptimalkan perannya dalam integrasi data dan pengawasan ekspor tanpa menciptakan tambahan rantai perdagangan maupun biaya transaksi yang berpotensi menekan harga TBS petani.
"Penguatan tata kelola ekspor perlu diarahkan untuk menciptakan sistem perdagangan yang lebih efisien, transparan, dan dapat diawasi. Dengan demikian, peningkatan penerimaan negara dan perlindungan pendapatan petani dapat berjalan beriringan," lanjut Andri.
Sementara itu, Ketua Umum SPKS, Sabarudin menghimbau agar DSI sebaiknya tidak mengambil peran langsung sebagai pelaku transaksi dan perdagangan CPO serta produk turunannya.
"Kebijakan DSI harus difokuskan pada penguatan tata kelola dan transparansi ekspor, tanpa menciptakan rantai perdagangan dan biaya baru yang berpotensi berdampak pada penurunan harga TBS petani," jelas Sabarudin.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022