
Pekerja mengangkut kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/4/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah mengklaim kehilangan Rp 600 triliun per tahun dari praktik under-invoicing ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Klaim itu perlu dibuktikan dan dikaji lebih mendalam.
Perbedaan pencatatan nilai ekspor dan impor (trade misinvoicing) tidak serta-merta menunjukkan adanya tindak pidana atau hilangnya penerimaan negara.
Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan mengatakan, angka yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman soal hilangnya penerimaan negara perlu dilihat kembali dengan membandingkannya dengan data perdagangan internasional dan metode perhitungannya.
"Menurut saya, angka yang disampaikan Pak Mentan Amran Sulaiman itu kurang tepat," kata Herry kepada media pada Jumat (25/9).
Ada sejumlah alasan yang mendasari pandangan Herry. Pertama, berdasarkan data UN Comtrade, total ekspor sawit Indonesia selama 10 tahun terakhir (2016-2025) rata-rata mencapai USD 20,3 miliar per tahun. Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp 15.000 per dolar AS, maka nilai tersebut setara sekitar Rp 305 triliun per tahun. "Tapi ini baru dugaan misinvoicing," jelas Herry.
Menurut dia, misinvoicing juga tidak otomatis merupakan tindak kejahatan. Kondisi tersebut pada dasarnya menunjukkan adanya perbedaan pencatatan nilai perdagangan antara negara eksportir dan negara mitra.
Perbedaan itu dapat terjadi karena berbagai sebab. Misalnya, negara mitra keliru mencatat atau melaporkan data perdagangan kepada UN Comtrade. Faktor lain juga dapat menyebabkan perbedaan pencatatan tersebut.
"Jadi, tidak bisa ujug-ujug dikatakan penerimaan negara menguap. Ini pernyataan yang berlebihan tanpa memahami lebih dulu soal misinvoicing," paparnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022