Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 September 2026 | 01.32 WIB

Target 200 Juta Rekening Bansos Dipertanyakan, DPR: Jangan Sampai Ada Pemborosan

Ilustrasi masyarakat miskin menerima pencairan bansos. (Dok/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi masyarakat miskin menerima pencairan bansos. (Dok/JawaPos.com)

JawaPos.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Muhamad Abdul Azis Sefudin menyoroti rencana pemerintah membuka hingga 200 juta rekening baru untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos). Menurut dia, rencana tersebut perlu dikaji secara menyeluruh agar anggaran yang disiapkan benar-benar sejalan dengan kebutuhan penerima manfaat.

Pemerintah diketahui menyiapkan anggaran sekitar Rp 11 triliun melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk mendukung pembukaan rekening secara massal. Azis meminta pemerintah terlebih dahulu memastikan kebutuhan rekening baru tersebut sebelum program dijalankan dalam skala besar.

“Jangan sampai kita sibuk membuka rekening sebanyak-banyaknya, sementara persoalan siapa yang berhak menerima bansos belum selesai,” kata Azis kepada wartawan, Rabu (16/9).

Politikus Fraksi PDI Perjuangan itu membandingkan target pemerintah dengan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Berdasarkan data tersebut, jumlah masyarakat usia produktif yang belum mempunyai rekening perbankan pada 2026 tercatat sekitar 15,3 juta orang.

Menurut Azis, angka tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang cukup besar jika dibandingkan dengan target pembukaan hingga 200 juta rekening baru. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar penghitungan serta kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program tersebut.

“Pemerintah berkewajiban meyakinkan publik dan menjelaskan secara transparan apa urgensi dari target 200 juta rekening ini, serta siapa sebenarnya sasaran spesifik dari sisa kuota yang begitu besar,” tegas Azis.

Azis mengakui, pemanfaatan layanan perbankan untuk mempercepat distribusi bansos merupakan langkah yang dapat mendukung penyaluran bantuan secara lebih efektif. Namun, dia mengingatkan agar jumlah rekening yang dibuka tidak justru melebihi kebutuhan di lapangan.

Dia juga menyoroti kemungkinan munculnya rekening ganda apabila pembukaan rekening baru dilakukan terhadap masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki rekening. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi meningkatkan jumlah rekening yang tidak aktif atau dormant.

“Jangan sampai anggaran besar justru habis untuk program administratif yang tidak efektif,” ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore