
Ilustrasi masyarakat miskin menerima pencairan bansos. (Dok/JawaPos.com)
JawaPos.com - Rencana pemerintah yang memprioritaskan penyaluran bantuan sosial (bansos) dan program pemerintah melalui rekening PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dinilai berpotensi menciptakan duopoli di sektor perbankan.
Pasalnya, kebijakan tersebut mengharuskan hampir seluruh warga negara untuk memiliki rekening hanya pada dua bank. Sedangkan, di Indonesia terdapat puluhan bank yang memiliki kemampuan serupa.
Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), Yetty Komalasari Dewi, mengatakan, pemerintah harus melakukan pengkajian lebih dalam, khususnya dari perspektif persaingan usaha.
Menurutnya, pemberian prioritas kepada dua bank tertentu dapat menimbulkan persoalan apabila masyarakat diarahkan atau diwajibkan menggunakan layanan BRI dan BSI, sementara terdapat bank lain yang juga memiliki layanan serupa.
"Bisa menjadi apa, berpotensi melanggar, undang-undang persaingan usaha, seperti itu. Ya bisa gitu. Ya bisa banget," ujar Yetty saat ditemui di Fakultas Hukum UI, dikutip Jumat (11/9).
Yetty mengatakan, negara memang memiliki ruang untuk melakukan intervensi pada sektor tertentu yang dianggap strategis. Namun, intervensi tersebut harus memiliki alasan dan dasar yang jelas.
"Kalaupun kita mau memberikan justifikasi. harus ada prioritas sektornya. 'Oh, ini memang harus negara yang turun.' Jadi, memang negara yang harus melakukan itu," jelasnya.
Dia menilai layanan pembukaan rekening dan penyaluran dana melalui perbankan tidak serta-merta merupakan sektor strategis atau critical yang mengharuskan pemerintah memberikan instruksi secara spesifik kepada masyarakat untuk menggunakan dua bank tertentu.
"Kalau sekadar bikin rekening, itu bukan sesuatu yang strategis atau critical yang harus dilakukan sampai negara memberikan instruksi semua harus punya rekening, tapi hanya dua bank itu saja," ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022