
Ilustrasi pedagang beras premium (Istimewa).
JawaPos.com - Pemerintah mengklaim stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk menghadapi musim kemarau dan dampak El Nino masih terbilang cukup kuat. Dengan stok yang masih di angka 4,6 juta ton, pemerintah secara konsisten menggelontorkan melalui berbagai program intervensi ke masyarakat.
Total salur CBP sepanjang 2026 ini yang sampai pertengahan September telah mencapai lebih dari 2 juta ton. Rinciannya antara lain realisasi penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada Januari-Februari yang 221,05 ribu ton. Kemudian realisasi SPHP beras Maret sampai September yang mencapai 794 ribu ton.
Ada pula realisasi program bantuan pangan tahap pertama 662,86 ribu ton dan bantuan pangan tahap kedua yang telah mulai berjalan hingga 584 ribu ton. Terakhir, penyaluran bantuan bencana dan keadaan darurat 13,1 ribu ton dan golongan anggaran 58,9 ribu ton.
Apabila dikomparasikan terhadap September tahun 2025, stok beras pemerintah di Bulog telah meningkat sebesar 18 persen dari 3,9 juta ton kala itu, saat ini menjadi 4,6 juta ton. Sementara total salur pun melesat pesat 191 persen dari 790,8 ribu ton pada September 2025, saat ini telah mencapai hingga 2,3 juta ton.
"Alhamdulillah pangan kita dalam kondisi aman, khususnya beras, di tengah goncangan dunia, krisis pangan, krisis energi, dan krisis air. Ini terjadi di belahan dunia. Bahkan ada El Nino yang sangat ekstrem, ini terberat menurut BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika). (Namun) stok CBP kita masih aman," sebut Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dikutip di Jakarta pada Rabu (16/9).
Bapanas optimis program intervensi perberasan sepanjang tahun 2026 ini dapat lebih digerojok. Penambahan kuantum program SPHP beras untuk menyasar daerah yang mengalami fluktuasi harga beras menjadi target pemerintah.
"Dalam rangka mengendalikan harga beras, penguatan instrumen intervensi pasar melalui penambahan kuantum SPHP beras sebesar 1 juta ton. Penambahan kuantum tersebut saat ini dalam proses perhitungan dan pengajuan ABT (Anggaran Belanja Tambahan)," ungkap Direktur Perumusan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas Yusra Egayanti di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta (14/9).
Bapanas juga mendorong Perum Bulog dapat melakukan pemerataan stok dengan mengutamakan wilayah yang sedang mengalami tekanan harga beras. Selain itu, Bulog juga diharapkan dapat melaksanakan pemeliharaan stok yang tersimpan di gudang secara baik.
"Tentunya penugasan Bulog untuk pemerataan distribusi stok dan program SPHP, terutama ke wilayah yang mengalami tekanan harga dan pasokan. Kami terus berkoordinasi dengan Bulog untuk intervensi SPHP ke daerah yang teridentifikasi harga tinggi dan tentunya pemeliharaan stok CBP sebagai buffer strategis untuk menghadapi potensi gangguan produksi akibat El Nino," tambah Direktur Ega.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022