Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 September 2026 | 06.29 WIB

Pertamina NRE Akselerasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock di Lampung

PNRE mengakselerasi pengembangan bioetanol berbasis multi-feedstock dan multi-generation melalui Bioethanol Development Center yang terletak di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung. (ANTARA) - Image

PNRE mengakselerasi pengembangan bioetanol berbasis multi-feedstock dan multi-generation melalui Bioethanol Development Center yang terletak di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung. (ANTARA)

JawaPos.com - Pertamina New & Renewable Energy (NRE) mengakselerasi pengembangan bioetanol berbasis multi-feedstock dan multi-generation melalui Bioethanol Development Center yang terletak di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan, Bioethanol Development Center memanfaatkan beragam potensi bahan baku dan teknologi produksi bioetanol generasi pertama (1G) maupun generasi kedua (2G).

"Dimana pendekatan tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sumber daya lokal sekaligus mendukung pengembangan ekosistem bioetanol nasional," kata John dikutip, Senin (14/9).

Ia mengatakan fasilitas itu dikembangkan sebagai platform pengembangan dan pengujian bioetanol berskala pilot yang mencakup pengembangan bahan baku (feedstock), budidaya, pengujian teknologi, hingga validasi proses produksi bioetanol.

Lebih lanjut, John menambahkan, sorgum menjadi salah satu bahan baku yang menarik untuk dikembangkan karena memiliki potensi produktivitas dan siklus panen yang kompetitif.

Pengembangan sorgum di Lampung pun diarahkan untuk menerapkan pendekatan multi-generation, yaitu memanfaatkan nira sebagai bahan baku bioetanol generasi pertama (1G).

Sedangkan batang atau bagian biomassa yang tersisa setelah pengambilan nira dapat dikembangkan sebagai bahan baku bioetanol generasi kedua (2G).

Bioethanol Development Center di Lampung pun dikembangkan sebagai fasilitas pilot dengan kapasitas produksi bioetanol hingga 60 kiloliter per tahun, katanya menjelaskan.

Fasilitas itu akan digunakan untuk menguji berbagai kombinasi bahan baku dan teknologi, mulai dari pre-treatment, hidrolisis, fermentasi, distilasi, hingga dehidrasi, termasuk tahapan pre-treatment untuk pengolahan bahan baku 2G.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore