
Ratusan paket bantuan sosial (bansos) disebar untuk warga Jakarta Selatan. (Istiimewa)
JawaPos.com - Permasalahan akurasi data menjadi isu krusial yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Terutama ketika data digunakan sebagai dasar untuk menentukan akses masyarakat terhadap bantuan sosial dan berbagai program pemerintah.
Center of Reform on Economic (Core) Indonesia melalui kajian CoreInsight bertajuk Ketika Data Menjadi Vonis menilai kesalahan data desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak dapat dipandang sebagai persoalan statistik semata. Pasalnya, data tersebut dapat menentukan apakah masyarakat tetap menerima atau kehilangan berbagai manfaat dari pemerintah.
Core Indonesia merekomendasikan pemerintah melakukan sejumlah langkah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Hal itu merupakan upaya mengantisipasi risiko kesalahan data desil yang saat ini digunakan sebagai dasar kebijakan.
Dalam jangka pendek, pemerintah dinilai perlu menunda penggunaan desil sebagai dasar pencabutan manfaat sampai akurasi data dapat dikaji kembali. Badan Pusat Statistik (BPS) juga perlu menerbitkan penjelasan metodologi DTSEN secara terbuka agar masyarakat memahami cara pembentukan desil.
“Pemerintah menugaskan audit kesalahan sasaran secara independen. Penggunaan desil sebagai dasar tunggal pencabutan manfaat ditahan sampai hasil kaji ulang pascasensus terbit,” tulis Core Indonesia dalam surelnya Minggu (13/9).
Dalam laporan tersebut, tingkat keterlewatan sasaran yang masih di atas 70 persen pada tiga dari empat program memperlihatkan ketelitian pemeringkatan belum memadai untuk keputusan yang menghapus akses warga. Core Indonesia juga mendorong rencana pembatasan Pertalite tetap berjalan. Namun diuji coba terbatas di beberapa wilayah lebih dulu, bukan langsung diterapkan secara nasional dan penanggung jawabnya adalah Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, dan Pertamina.
Sementara itu, BPS bersama Komdigi perlu memuat daftar variabel, bobot umum, dan pernyataan tegas bahwa desil adalah peringkat relatif hasil estimasi, bukan ukuran pendapatan.
“Penjelasan seperti ini menjawab kebingungan yang muncul pada kasus warga Mataram yang tercatat desil 10 meskipun tinggal di kontrakan, sekaligus menutup ruang bagi tabel palsu yang beredar,” tulis Core Indonesia.
Selain itu, laporan tersebut juga merekomendasikan agar keluarga yang berpindah desil secara signifikan diberi notifikasi, tanpa menunggu warga menemukan sendiri. Pemerintah juga harus menetapkan, standar waktu penyelesaian sanggah ditetapkan dan capaiannya dipublikasikan secara berkala oleh Kementerian Sosial, BPS, dan pemerintah daerah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022